A password will be e-mailed to you.

Saya masih ingat waktu pertama kali lagu band saya diputar di radio.

Di Twitter, akun Geronimo FM me-mention akun band saya yang menandai lagu kami sedang diputar. Tanggalnya? 14 Desember 2014. Saya masih ingat karena kala itu kami juga sedang ada jadwal mentas. Bayangkan, saya bekerja di dunia radio dari 2012, tapi baru 2014 lagu band saya berhasil diputar di radio, dan bukan di radio tempat saya bekerja.

Karena masih hitungan band baru dan tidak ikutan label rekaman apa pun, band saya pun menempuh jalur sama persis seperti band independen pada umumnya: jalur nekat. Saat itu, kami nekat meminta pertolongan music director (MD) Geronimo FM untuk hearing bersama lagu kami, eh kok malah diputerin. Kami kan jadi senang.

Nah, dari sini seharusnya pembaca paham bahwa bekerja di dunia radio tidak serta merta memberi saya kemudahan untuk memutarkan lagu sendiri di radio. Saya pun harus memahami regulasinya.

Sebagai orang radio, saya beberapa kali “dititipi” lagu orang untuk diputar di radio saya. Tapi ya karena bukan saya yang punya kuasa, saya forward-kan saja kepada MD. Bukan karena saya tidak mau membantu lho ya, tapi karena semua ada porsinya masing-masing.

Lalu, bagaimana caranya supaya lagu kita diputar di radio? Di sini saya mencoba memberi beberapa masukan tentang hal yang mungkin bisa membantu Anda menggapai mimpi kecil band Anda, agar lagunya diputar di radio.

  1. Siapkan materi yang sudah siap edar

Materi yang Anda kirim ke radio haruslah layak dengar. Tidak harus kualitas dunia, setidaknya lagunya wajib sudah di-mixing dan mastering dengan cukup enak. Biasanya format WAV paling aman untuk diedarkan. Jangan lupa untuk matikan metronome-nya, kan gak seru juga kalau dengar lagu terus masih ada tuk tak tuk tak tuk-nya.

Untuk konten lagu, pastikan bahwa lagumu tidak mengandung lirik SARA dan SARU. Saya pernah mendapat surat teguran dari Balai Monitoring karena memutarkan lagu-lagu yang secara lirik kurang pantas. Tuh, kami juga diawasi.

  1. Buat Daftar Radio

Setelah memastikan materi kita layak edar, maka langkah selanjutnya adalah mendata radio-radio yang bisa memutarkan lagu band kita. Perlu dicatat bahwa ada banyak jenis-jenis radio di dunia ini, mulai dari radio dangdut, radio berita, radio anak muda, tadio reliji, sampai radio keluarga. Di antara radio-radio tersebut ada pula yang hits maker atau hits player, beberapa di antaranya ada yang memiliki program khusus band indie.

Saat ini, radio cenderung sudah tidak melihat label rekaman. Mau major atau pun indie, asalkan lagunya layak dengar, pasti diputarkan. Saran saya, kirim saja lagu Anda ke semua radio yang anda tahu. Kirim kemana? Biasanya di situs radio tersebut sudah ada narahubung berupa alamat surel mau pun nomor telepon. Telepon saja, jangan sayang pulsa.

Ada beberapa orang yang belum paham dan mengenal tentang format-format radio, hal ini membuat kami harus menjelaskan hal ini setiap ada yang minta lagunya diputar. Jika kamu menemukan lagu yang menurutmu biasa saja namun airplay-nya tinggi, jangan berburuk sangka, siapa tau dia memang bayar radionya dan pasang iklan di radio tersebut.

  1. Kirim langsung ke MD

Saat mengirim demo, pastikan Anda menujukannya kepada MD di radio masing-masing. Tidak semua kontak MD disebarkan untuk umum. Anda bisa menggunakan nomor telepon atau alamat surel di situs radio masing-masing untuk menanyakan perihal surel MD. Anda juga bisa menanyakan nomor telepon yang bersangkutan kepada teman band Anda yang memang punya atau pernah berkunjung ke radio-radio. Kalau teman band Anda pelit, dibuat ramai saja.

Saran saya? Kalau belum kenal dengan MD -nya, lebih baik datangi kantornya dan serahkan secara langsung. Apa saja yang harus disertakan bersama demo? Selain memastikan lagu ber-format WAV, lampirkan juga rilisan pers, profil band, artwork, dan foto. Oh ya, jika Anda memutuskan untuk mengirimkan via surat elektronik, pastikan badan surel tidak boleh kosong. Setidaknya, perkenalkan diri dan perkenalkan karyamu. Jangan kirim demo tanpa ada basa-basinya. Saya pernah melihat kejadian ini dan kebanyakan lagu band yang melakukan hal tersebut lagunya tidak diputar di radio saya.

  1. Jalin Relasi

Jika sudah mengirimkan lagu beserta lampirannya, jangan ragu untuk meminta saran dan pendapat MD tentang lagu Anda. Hal ini penting untuk mendapatkan masukan perihal dunia radio, tentang apa yang radio butuhkan. Syukur-syukur kalau ternyata ada jatah promo langsung di radio berupa wawancara, langsung sikat.

Satu lagi, jika Anda merekam EP atau album dan Anda masih belum mengetahui lagu apa yang bakal dijadikan single, Anda juga bisa meminta tolong beberapa MD untuk hearing. Apakah efektif? Ya anggaplah MD radio lebih paham tentang pemetaan musik di Indonesia dibanding Anda. FYI, MD radio saya setiap harinya menerima banyak sekali permintaan via surel dari label dan musisi untuk hearing. Kenapa saya tahu? Ya karena saya duduk di sebelahnya setiap hari di kantor.

Saat akan merilis single pertama di album Olski, saya mengajak beberapa MD radio di jogja untuk hearing. Selain membantu memilih lagu yang akan jadi single pertama, saya juga dikasih beberapa masukan untuk lagu saya yang pada saat itu belum melewati proses mixing-mastering. Jangan sedih, bahkan sekelas artis-artis nasional pun pasti melewati proses hearing juga kok.

Cukup ribet, kan? Ya sebenarnya ada sih cara yang lebih sederhana dan lebih tepat sasaran agar lagumu diputar terus di radio: gabung saja ke record label. Hehehehehe…

No more articles