A password will be e-mailed to you.

ALTER\EGO merilis single bertajuk “Jangan Biarkan Sesuatu Mempermainkanmu (JBSM)” pada 24 September 2021. Lagu ini bisa dinikmati di berbagai gerai musik digital dan channel YouTube ALTEREGOISME.

“JBSM” sekaligus menjadi single pertama band asal Yogyakarta tersebut sejak 2019.

Band beranggotakan Nova Abdillah (vokal/gitar), Agib Tanjung (bass/vokal), Bagoes Kresnawan (drum), Anshar Aziz (gitar), dan Elang Nuraga (gitar) ini bisa dibilang unik. Usai sempat dijuluki “manggung setahun sekali“, mereka akhirnya bakal meluncurkan album studio pertama berjudul “TRANSENDEN”. Lagu “JBSM” inilah pengantarnya.

 “JBSM” juga akan jadi lagu pembuka album perdana ALTER\EGO mendatang. Ini sekaligus ‘melunasi hutang’ ALTER\EGO usai menggarap album tersebut sejak 2012.

Album ini belum kunjung rilis karena kesibukan masing-masing personel dengan pekerjaan utama mereka.

“JBSM” sendiri merupakan karya lama Nova Abdillah yang rencananya dikeluarkan belasan tahun lalu.

“Aku merasa lagu ini memang sudah menemui takdirnya untuk segera dirilis ke khalayak secara resmi,” ujar Nova.

Menurut Nova, “JBSM” adalah lagu yang sangat emosional. Meski sudah diciptakan lama, tema “JBSM” rupanya sangat berkaitan dengan keadaan sekarang, yakni pandemi.

“Dari segi lirik, pemaknaan kata ‘isolasi’ sebagai pemisahan atau pengasingan semakin nyata relevansinya di kehidupan kita sehari-hari, terlebih di masa pandemi ini,”

“Penegasan kalimat ‘kami bosan bersabar!’ sama halnya dengan kibaran bendera putih yang beberapa waktu lalu kerap terlihat hampir di tiap gang area pemukiman warga,” kata Nova.

“Secara garis besar, “JBSM” mengungkapkan kebingungan bercampur marah dengan keadaan yang kita alami sekarang,” tambah Bagoes.

Mengenai aransemen, “JBSM” dipengaruhi dari lagu-lagu Slank di album “999+9”. “Album itu menghiasi proses kreatif lagu ini,” ucap Nova.

ALTER\EGO dulunya adalah pecahan dari band grunge Jogja, Illegal Motives (2002-2010). Usai Agib Tanjung dan Nova Abdillah hengkang dari situ, mereka mengajak Dhedot (drummer Letto).

Namun, berhubung Dhedot tak bisa membagi waktunya dengan jadwal Letto, ia memilih mundur. Tak butuh waktu lama, Agib mengajak Bagoes Kresnawan untuk bergabung dan sepakat memberi nama ALTER\EGO sejak 2010.

ALTER\EGO diambil dari kata ‘alter ego’ yang artinya ‘aku yang kedua’. Pada awalnya, nama tersebut ingin merefleksikan jati diri baru, sekaligus musik yang lebih dewasa, dari Nova Abdillah dan Agib Tanjung usai meninggalkan ILLEGAL MOTIVES.

Tapi, karena banyak brand yang menggunakan nama ‘alter ego’, mereka memutuskan untuk memberi sentuhan diferensiasi dalam penulisannya, dengan menggunakan ‘back slash‘.

Sempat bongkar pasang di bagian gitar, ALTER\EGO kini mantap dengan formasi tiga gitar (Nova, Anshar Aziz, dan Elang Nuraga). Sementara itu, Agib dan Bagoes tetap pada posisinya sebagai penjaga rhythm.

Seiring perjalanannya, ALTER\EGO sudah mengeluarkan EP berisi 4 lagu pada tahun 2011, disusul dengan single “Whatever You Say feat. Elang Nuraga & Farid Stevy” (2012), “Bawa Turun Sampahmu) (2016), dan “Festival Caci Maki” (2019).

Baca Juga: Penerimaan dan Semangat Lightcraft di “Don’t Fight This Feeling”

No more articles