A password will be e-mailed to you.

Hari gini, siapa sih yang gak pakai aplikasi streaming musik di gadget masing-masing?

Kita sudah tidak lagi berada di zamannya mengunduh lagu ke handphone atau komputer. Dengan semakin mudahnya akses internet dan tersedianya jutaan lagu di aplikasi streaming, kita tinggal duduk manis, memilih lagu, dan menikmatinya.

Lagu yang tersedia di berbagai aplikasi streaming musik pun legal. Artinya, semua distribusi sudah diproses dengan izin artis dan pemilik hak publishing masing-masing.

Legalitas akses musik lewat aplikasi streaming juga ditopang dengan adanya paket berlangganan. Setiap fraksi uang yang kita bayarkan akan mengalir ke artis yang lagunya kita dengarkan.

Hal tersebut benar-benar jadi cara praktis untuk mendukung industri musik; khususnya di dalam negeri.

Meski begitu, rata-rata aplikasi streaming musik populer juga menyediakan layanan gratis. Sebagai gantinya, kita tidak mendapatkan layanan terbaik, serta harus rela terekspos iklan.

Jika boleh menyebut, dua yang paling akrab di telingamu adalah Spotify dan Joox. Namun, tahukah kamu bahwa ada puluhan aplikasi streaming populer yang tersebar di berbagai penjuru dunia?

Kali ini, HOOKSpace bakal menyajikan daftar aplikasi streaming musik populer, baik yang sudah bisa diakses maupun yang belum membuka layanan di Indonesia.

Aplikasi Streaming Musik yang Populer di Indonesia

Pertama-tama, HOOKSpace bakal membahas aplikasi streaming musik yang sudah bisa digunakan di dalam negeri. Beberapa di antaranya mungkin masih aktif kamu gunakan hingga saat ini.

Spotify

Spotify saat ini bisa digolongkan sebagai aplikasi streaming musik terpopuler di dunia.

It goes without saying. Spotify bisa disebut sebagai platform streaming musik terpopuler di Indonesia, bahkan dunia. Per 2021, Spotify bisa diakses di 92 negara.

Aplikasi streaming musik asal Swedia ini sebenarnya sudah berdiri sejak 2006. Namun, mereka baru beroperasi di Indonesia pada 2016.

Spotify sendiri belum pernah merilis data resmi mengenai angka pasti penggunanya di Indonesia.

Bolehlah kita menebak-nebak sejenak. Hingga kuartal pertama 2021, user Spotify dunia sudah menembus 356 juta.

Jika pangsa pasar kita mencapai 5% saja dari keseluruhan, user Spotify di Indonesia diperkirakan sudah ada di angka 15 juta.

Perkembangan pengguna Spotify di Indonesia ditengarai karena fitur freemium, yakni gabungan dari term free dan premium. Jika menggunakan Spotify free, fitur dasarnya tetap aksesibel; dimana pengguna masih bisa mengakses lagu secara gratis di PC.

Adapun layanan premium sendiri mengacu kepada fitur lanjutan; seperti (1) tanpa iklan; (2) kualitas audio yang lebih baik; dan (3) akses tak terbatas di smartphone.

Harga yang masih masuk akal pun membuat orang tak ragu untuk berlangganan. Terlebih, Spotify ada paket family, dimana kita bisa patungan demi pengeluaran yang lebih irit.

Selain musik, Spotify juga menyediakan ribuan podcast dari banyak negara, dengan segmen yang berbeda-beda pula.

Apple Music

Apple Music adalah layanan streaming musik yang diluncurkan oleh Apple pada 2015.

Apple Music adalah layanan streaming yang diluncurkan oleh Apple pada 2015. Secara layanan, Apple Music lebih luas ketimbang Spotify, karena sudah ada di 167 negara.

Sebelum punya Apple Music, Apple sebenarnya sudah punya reputasi sebagai ‘game-changer’ di industri musik. Salah satunya bisa kita lihat dengan adanya iPod dan iTunes pada awal 2000-an.

Namun, seiring perkembangan teknologi dan kemunculan aplikasi streaming musik, Apple memutuskan untuk masuk ke industri ini sebagai ‘one stop place for pop culture’.

Bagi pengguna Apple, kamu tidak usah men-download aplikasi Apple Music. Kamu tinggal masuk dan berlangganan saja. Praktis, kan?

Uniknya, Apple Music tidak hanya bisa diakses lewat perangkat iOS saja, tetapi juga ada di Android.

Di sini, kamu bisa mengakses lebih dari 70 juta lagu, bahkan ada video juga, dengan format audio lossless. Banyak yang berpendapat audio Apple lebih baik ketimbang Spotify; dan ini kembali ke selera dan preferensi masing-masing.

Format berlangganannya pun serupa dengan Spotify. Kita hanya membayar sekitar USD10 per bulan, dan ada paket berlangganan yang lebih murah untuk pelajar.

Joox

Joox adalah aplikasi streaming musik yang diluncurkan oleh raksasa teknologi asal China, Tencent, pada 2015.

Joox adalah aplikasi streaming musik yang diluncurkan oleh raksasa teknologi asal China, Tencent, pada 2015. Pangsa pasar Joox meliputi Indonesia dan beberapa negara Asia lain.

Secara fitur subscription, Joox sebenarnya serupa dengan Spotify. Produk ‘premium’-nya bernama Joox VIP, dimana kamu bisa mengakses semua lagu tak terbatas dan tanpa iklan.

Nilai plusnya, ada cukup banyak katalog album live di Joox yang tidak ada di Spotify. Selain itu, Joox punya banyak katalog lagu dangdut; sesuai campaign ‘Orkes Musik Dangdut’ yang diluncurkan sejak akhir 2020.

YouTube Music

Youtube Music menjadi aplikasi streaming musik baru milik Google, dengan bank lagu dari situs YouTube itu sendiri.

Tak mau kalah dengan Apple dan platform populer lain, YouTube pun meluncurkan layanan khusus streaming musik yang bernama YouTube Music.

Anak usaha dari Google ini tidak cuma ada di Indonesia, tetapi juga di 100 negara lainnya. Dengan eksposur yang sudah luar biasa luas, YouTube terbilang diuntungkan untuk bisa menjejakkan kakinya di mana-mana.

YouTube Music adalah tandem dari YouTube Premium. Kalau YouTube Premium adalah fitur tanpa iklan untuk akses video di YouTube, YouTube Music adalah aplikasi terpisah.

YouTube Music menyediakan layanan gratis untuk sebulan pertama; sebelum kemudian si user akan dikenakan biaya langganan.

Cara berlangganannya juga mudah. Dengan membayar sekitar Rp50 ribu rupiah, kalian sudah bisa mendapatkan segala fitur premium.

Nilai plusnya, YouTube Music menyediakan konten video atau cover lagu; sesuatu yang belum tersedia di Spotify. Video HOOKSpace di atas ini pun bisa kamu akses juga lewat YouTube Music.

Baca Juga: Cara Membuat Video Konser Musik Berkualitas untuk YouTube

Amazon Music

Amazon Music adalah produk layanan streaming musik yang dimiliki Amazon, raksasa teknologi dan e-commerce dunia.

Amazon Music adalah layanan streaming musik yang dimiliki Amazon, raksasa e-commerce dan penyedia layanan teknologi terbesar di dunia.

Amazon Music dulunya bernama Amazon MP3. Saat bernama Amazon MP3 (2007), mereka terbatas hanya menjual album musik (sesuai business model-nya). Mereka baru ‘turun’ ke ranah streaming pada 2019 lalu.

Per Januari 2020, pengguna Amazon Music sudah mencapai 55 juta. Salah satu fitur andalannya adalah tersedianya 50 juta lagu dengan kualitas audio terbaik (lossless).

Aplikasi streaming musik yang satu ini belum begitu populer di Indonesia. Kalau mau coba dan agak ‘anti-mainstream’ dari yang lain, kamu bisa install dan rasakan fitur trial-nya dulu selama sebulan pertama.

Shazam

Shazam adalah aplikasi streaming musik yang bisa melacak lagu lewat mikrofon di gadget kita.

Shazam adalah aplikasi yang bisa melacak atau mengidentifikasi lagu lewat mikrofon di gadget.

Perusahaan berlogo S dan background biru ini sebenarnya sudah ada sejak 1999, dan di-launching ke publik pada 2002. Dengan segenap potensinya, Shazam kemudian resmi diakuisisi oleh Apple pada 2018.

Shazam bisa disebut sebagai surga-nya orang-orang yang suka eksplor lagu, terutama ketika lagi ada di luar rumah atau dengerin radio.

Kamu pasti pernah ada di situasi dimana dengerin lagu enak tapi nggak tau judulnya apa dan artisnya siapa. Nah, cuma dengan mengaktifkan mikrofon Shazam, kamu bisa tau semuanya dalam hitungan detik.

Mimin HOOKSpace sih udah sering masukin lagu ke playlist gara-gara nemu lagu lewat Shazam. Buat yang belum pernah coba, kami sarankan kamu install dulu, deh. Siapa tau kan, tiba-tiba nemu lagu enak di tengah jalan?

Lihat Juga: 3 Musisi Kamar yang Ngetop Berkat Rilis Karya Sendiri

Deezer

Deezer adalah salah satu aplikasi streaming musik yang sering disebut di Indonesia, meski popularitasnya masih kalah dari Spotify dan Apple Music.

Deezer adalah salah satu pemain layanan streaming yang sering disebut-sebut di Indonesia, terutama ketika band indie rilis lagu: “tersedia di Spotify, Apple Music, Joox, dan Deezer.”

Sayangnya, secara popularitas, Deezer agaknya sulit bersaing dengan nama besar lain. Hingga 2021, jumlah penggunanya di dunia berada di kisaran 20 juta; tidak sampai 10% nya Spotify.

Fitur premium mereka bilang sama dengan yang lain. Namun, salah satu fitur menarik aplikasi buatan Prancis ini adalah paket berlangganan family yang bisa mencakup enam akun.

TikTok

TikTok mungkin belum dianggap sebagai aplikasi streaming musik, tapi di sana kita bisa eksplor dan mencari clip lagu-lagu baru.

Mungkin kamu agak heran kenapa TikTok ada di daftar ini. Pasalnya, aplikasi yang lebih berat ke short clip-streaming ini nggak dibuat khusus untuk dengerin lagu.

Belakangan ini, TikTok digadang-gadang membawa cara baru untuk mencari dan mendengar musik. Dari klip satu menit, kamu bisa menemukan lagu yang belum pernah didengar sebelumnya.

Bahkan, kalau ditelusuri, banyak juga musisi yang terkenal gara-gara lagunya banyak dipakai di TikTok. Contoh pertama adalah SZA – The Weekend yang diremix oleh Calvin Harris.

Contoh lainnya adalah Olivia Rodrigo. Popularitas penyanyi solo itu naik berkat TikTok. Bahkan, ia jadi salah satu artis yang lagunya paling sering diputar sepanjang 2021 di aplikasi streaming lain; khususnya Spotify.

Resso

Resso adalah aplikasi streaming musik yang punya fitur video dan social antarpengguna.

Resso adalah aplikasi streaming musik milik developer TikTok yang dilengkapi dengan lirik dan video. Resso sendiri menyebut dirinya sebagai social streaming apps.

Fitur social di sini salah satunya berada di sharing video. Dalam setiap lagu, kamu bisa meng-upload foto atau video milikmu sendiri, yang kira-kira resonates sama lagunya, dan nantinya bisa dipakai pengguna lain.

Lagu-lagu yang tersedia di Resso ini hampir seluruhnya ada di TikTok. Pasalnya, agregator musik seperti Tunecore mewajibkan artis upload musik ke TikTok jika ingin ada di Resso juga.

Mau tau gimana fitur Resso lainnya? Kamu bisa tonton video di bawah ini!

Musixmatch

Musixmatch adalah salah satu aplikasi streaming musik yang punya bank lirik terlengkap di dunia.

Jika boleh disimpulkan, Musixmatch ini punya persilangan fitur antara Shazam dan Resso. Kamu bisa melacak lagu yang diputar di tempat umum lewat mikrofon, serta membaca lirik lagu yang sedang kamu putar.

Berbicara kelengkapan, music data company asal Italia ini punya 14 juta data lirik lagu. Dengan fitur andalan tersebut, Musixmatch mendapatkan lebih dari 70 juta pengguna.

Soundcloud

Soundcloud adalah aplikasi streaming musik yang punya fitur sosial paling kuat, dimana penggunanya bisa berbagi dan saling interaksi dengan mudah.

Membicarakan Soundcloud seolah bisa langsung mengantar kita ke awal 2010-an. Aplikasi streaming ini booming karena user-nya bisa mengunggah audio dengan sangat mudah, ibarat semudah nge-Tweet di Twitter.

Berhubung bisa se-bebas itu, ‘ledakan’ musisi cover dan band indie pada era itu sangatlah besar. Tak terkecuali di Indonesia.

Salah satu yang fenomenal adalah Oh Wonder. Sebelum ngetop, band asal Inggris itu terlebih dulu mengunggah tiap lagunya dari album pertama di Soundcloud.

Bahkan, berbicara di Indonesia, para musisi rintisan juga banyak yang booming berkat platform ini. Bukti nyatanya adalah Soundcloud YK (Yogyakarta). Komunitas itu melahirkan beberapa grup musik; salah satunya adalah Olski, yang masih eksis hingga kini.

HOOKSpace sendiri memanfaatkan Soundcloud untuk podcast. Kamu bisa mendengarkannya di tautan berikut ini.

Aplikasi Streaming Musik yang Populer di Luar Indonesia

Setelah membahas aplikasi streaming musik populer di Indonesia, HOOKSpace bakal menyebutkan beragam platform yang eksis di belahan dunia lain; yang mungkin banyak dari kalian belum tahu sama sekali.

Dalam bagian Worldwide ini, kami ingin mengulas beberapa aplikasi musik yang membuka layanannya secara lintas benua, serta yang berfokus pada region tertentu.

Napster (Amerika Serikat)

Napster menjadi tonggak mula adanya beragam aplikasi streaming musik populer yang kita kenal sekarang.

Napster adalah mbah-nya akses musik secara bebas di internet. Semua yang kita nikmati sekarang boleh dibilang bermula dari aplikasi yang satu ini.

Pada 1999, Sean Parker meluncurkan Napster sebagai software peer-to-peer (P2P), dimana para penggunanya bisa saling berbagi lagu di aplikasi tersebut.

Caranya, kita tinggal mengupload lagu ke software, dan lagu tersebut bisa di-download pengguna lain. Hal yang sama juga berlaku, dimana kita bisa mengunduh lagu yang telah di-upload orang lain.

Aktivitas berbagi yang arbitrer ini juga jadi tonggak mula pembajakan lagu format mp3, tepatnya awal 2000-an. Napster sempat menjalani proses hukum karena dianggap mendukung distribusi ilegal yang abai terhadap hak cipta.

Barulah, setengah dekade setelah itu, media streaming seperti Spotify muncul dan menyempurnakan konsep Napster sebagai inisiator akses lagu streaming secara legal.

Napster sendiri tidak pernah benar-benar mati. Mereka berubah wujud menjadi aplikasi streaming musik sejak 2016 dengan tiga juta pengguna; kebanyakan di Amerika Serikat.

Tidal (Norwegia & Worldwide)

Meski buka layanan di berbagai negara, Tidal sayangnya belum beroperasi secara resmi di Indonesia.

Tidal adalah aplikasi streaming musik asal Norwegia yang diakuisisi oleh rapper kenamaan Amerika Serikat, Jay-Z, pada 2015.

Laynanan Tidal tersedia di 61 negara. Mereka beroperasi di Eropa, Amerika, Australia, serta negara tetangga seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia. Mengacu situs resminya, Tidal belum membuka layanan streaming di Indonesia.

Nilai plus Tidal adalah upaya membawa user lebih dekat dengan artis. Mereka memberi suplai video dan katalog eksklusif, serta kesempatan untuk berpartisipasi di live concert artis favorit.

Secara popularitas, Tidal masih kalah jauh dari Spotify dan Amazon Music. Mereka bahkan sempat terjangkit kontroversi karena diduga memanipulasi jumlah user.

Pada 2016, Tidal menyebut mereka punya tiga juta user aktif, namun dugaannya hanya 850 ribu. Beberapa pihak sempat melayangkan protes, namun pihak Tidal bersikukuh tidak melakukan kesalahan apa pun.

Baca Juga: Apa Saja yang Harus Disiapkan Sebelum Tur Konser ke Luar Negeri?

Tencent Music (China)

Tencent Music Entertainment jadi raksasa layanan streaming musik di China.

Tencent Music adalah raksasa streaming musik China yang berdiri pada 2016. Hanya lima tahun setelah diluncurkan, jumlah pengguna aktifnya sudah mencapai 700 juta.

Per 2021, jumlah pengguna Tencent Music tersebut bahkan dua kali lipatnya total pengguna Spotify di seluruh dunia.

Tencent Music bahkan telah melantai di bursa efek Amerika Serikat (NYSE), dengan nilai shares yang ditawarkan sebesar 1,23 miliar USD.

Salah satu hal yang membuat ledakan angka pengguna adalah diferensiasi produk. Hingga 2021, tercatat ada empat produk yang dimiliki Tencent Music, yakni QQ Music, Kugou, Kuwo, dan WeSing.

QQMusic sejauh ini menjadi winning product Tencent Music. QQ dikelola dengan konsep freemium, seperti Spotify.

Namun, dalam beberapa case, pengguna premium (VIP) di QQ Music tidak diberi keleluasaan sepenuhnya. Banyak konten musik yang harus dibeli dulu sebelum didengarkan, terutama dari label asal Amerika Serikat.

Dengan potensi perkembangan jumlah pengguna, tak heran jika banyak yang tertarik memiliki perusahaan ini. Sejak 2018, ada dua investor besar yang masuk, yakni Spotify dan Sony/ATV Music Publishing.

Jika Tencent tertarik untuk ekspansi ke Indonesia, bukan tak mungkin kita akan melihat sepak terjangnya di sini; terutama untuk ekspos konten musik berbahasa Mandarin.

Melon (Korea Selatan)

Melon Music ialah aplikasi streaming musik paling populer di Korea Selatan.

Melon (MelodyOn) adalah aplikasi streaming musik populer asal Korea Selatan. Berdasarkan data pengguna, Melon digunakan lebih dari 20 juta orang.

Platform ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak 2004. Namun, tepat pada 2017, KakaoTalk mengakuisisi Melon sekaligus meleburkan Kakao Music ke sini.

Tak hanya itu, Melon juga menyediakan chart musik mingguan/bulanan serta menggelar Melon Music Awards tiap tahun. Sejak 2018, BTS jadi salah satu grup yang dianggap paling berpengaruh dan memenangi banyak nominasi.

Buat kamu pecinta K-Pop, kamu pasti tau persis gimana populernya platform yang satu ini.

Yandex Music (Rusia & Eks Soviet)

Yandex Music, buatan search engine Yandex, adalah produk streaming musik kenamaan di dataran Rusia dan Baltik.

Yandex Music sudah beroperasi sejak 2010. Platform ini dikembangkan oleh Yandex, search engine paling populer di Rusia.

Sudah jelas, Yandex Music membuka layanannya di Rusia dan negara pecahan Uni Soviet seperti Belarus, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan.

Belum lama ini, mereka juga melebarkan sayap dengan merambah pasar Georgia, Armenia, Azerbaijan, dan Israel.

Fitur terpopuler di Yandex Music adalah smart playlist. Playlist tersebut bakal di-update setiap hari kepada tiap user berdasarkan selera musik masing-masing dan related artist.

Beberapa fitur menarik lainnya adalah lirik terjemahan, akses pembelian tiket konser, playlist terkurasi, serta hadiah paket berlangganan untuk 3, 6, dan 12 bulan.

Baca Juga: Musik Bisa Membawamu ke Luar Angkasa, dan Ini Bukan Kiasan!

Pandora (Amerika Serikat)

Pandora Music dulunya lebih terkenal sebagai layanan internet radio.

Pandora ialah satu nama besar di antara seluruh platform streaming musik, khususnya di Amerika Serikat.

Sama seperti beberapa perusahaan lain, Pandora awalnya tidak langsung terjun ke bisnis streaming. Mereka sudah gonta-ganti business model, yakni dari music licensing (2000), internet radio (2005), hingga akhirnya jadi streaming service (2015).

Secara fitur, Pandora punya algoritma sendiri untuk merekomendasikan musik kepada user. Mereka punya semacam ‘like’ dan ‘dislike’, dimana genre musik yang di-dislike secara perlahan disembunyikan.

Faktor algoritma tersebut terdiri dari 400+ atribut, yang menyangkut rhythm, sinkopasi, harmoni vocal, nada dasar, dan lain sebagainya.

Pandora sendiri sudah diakuisisi secara resmi oleh SiriusXM pada 2019.

Jumlah penggunanya semakin berkembang pula. Per 2021, perusahaan asal California ini punya 60 juta pengguna aktif; dimana 10%-nya adalah pelanggan berbayar.

ClaroMusica (Amerika Latin)

Mayoritas katalog lagu di ClaroMusica berbahasa Spanyol dan Portugal.

ClaroMusica ialah aplikasi streaming musik milik Claro, perusahaan provider yang berpusat di Meksiko.

Kalau boleh dideskripsikan, ClaroMusica ini adalah anaknya anak perusahaan.

Bingung gak? Kan, ClaroMusica itu anak perusahaan Claro. Tapi, Claro sendiri punya bapak, yakni America Movil (perusahaan induk punya triliuner Meksiko, Carlos Slim Helu).

Layanan ClaroMusica bisa diakses hampir di seluruh dataran Amerika Latin. Gak perlu tanya dong konten lagunya kebanyakan berbahasa apa? Espanola y portuguesa!

Anghami (Timur Tengah)

Anghami awalnya dibuat sebagai upaya memerangi pembajakan musik di Timur Tengah.

Jangan salah, Jazirah Arab juga punya aplikasi streaming musik. Anghami adalah yang terbesar di sana. Platform ini didirikan pada 2012 oleh Eddy Maroun dan Elie Habib di Lebanon.

Anghami ini merupakan bentuk inisiatif dari kedua orang itu buat menekan angka pembajakan karya musik. Saat itu, angka pembajakan di sana kabarnya kelewat tinggi.

Daerah layanannya mencakup negara-negara Timur Tengah (Arab Saudi dan sekitarnya) sekaligus beberapa negara Afrika Utara yang berbahasa Arab, seperti Mesir, Aljazair, Tunisia, dan Maroko.

Hanya dalam lima tahun setelah didirikan, Anghami sudah punya 30 juta pengguna aktif. Saat ini, penggunanya diprediksi sudah tumbuh hampir dua kali lipat.

Anghami sendiri lumayan menarik karena bisa digunakan di 11 mobile operating system berbeda.

Untuk mengatasi persoalan koneksi buruk di sana, platform ini punya sistem khusus yang bisa menjaga kualitas audio lagu yang diputar tetap stabil.

Baca Juga: Nasida Ria Ada dan Berlipat Ganda

Gaana.com (India & Asia Tengah)

Gaana.com sudah lama jadi nama besar urusan media putar musik online di India.

Mungkin kalian masih asing sama platform satu ini. Gaana.com sudah lama jadi tempat streaming musik online terpopuler di India, tepatnya dengan 200 juta pengguna aktif.

Website ini bisa punya banyak pengguna karena jumlah penduduk India saja ada 1 miliar orang.

Belum lagi, konten lagu di dalamnya mengakomodasi banyak bahasa daerah di sana, seperti Urdu, Tamil, Punjabi, Bengali, dan masih banyak lagi.

Buat kamu hard-die lagu-lagu India, Gaana.com bisa diakses di seluruh dunia. Untuk berlangganan, kamu tinggal membayar USD 3 (sekitar Rp45 tibu) buat menikmati seluruh konten tanpa batasan.

Boomplay Music (Afrika)

Boomplay punya popularitas yang sangat masif di Afrika.

Boomplay Music merupakan salah satu aplikasi streaming musik yang didirikan di Afrika. Layanan ini bermula dari Lagos, Nigeria, tepatnya sejak 2015.

Platform ini sudah membuka kantor di negara Afrika lain seperti Kenya, Tanzania, dan Ghana. Tak heran, Boomplay kini sudah menjangkau 60 juta pengguna aktif.

Katalog di Boomplay berfokus kepada musik-musik pop dari seluruh negara Afrika, serta peranakan Afrika yang tinggal di belahan benua lain.

Sistem berlangganan yang digunakan oleh Boomplay adalah freemium. Sama seperti Spotify dan yang lainnya, fitur premium di sini bisa membuat penggunanya skip lagu tanpa iklan, akses tak terbatas di smartphone, dan offline play.

Baca Juga: Cara Upload Lagu ke Spotify dan Puluhan Platform Streaming Musik Lainnya

Berikut tadi adalah nama-nama aplikasi streaming populer dunia pilihan HOOKSpace. Sebenarnya masih ada jauh lebih banyak lagi. Namun, yang terpilih di atas adalah yang punya nilai plus.

Kita mungkin cuma pakai satu atau dua aplikasi saja saat ini. Tapi, bisa jadi, kamu akan mencoba yang lain juga jika berkesempatan pergi ke negara-negara yang disebut di atas.

Buat pekarya dan musisi, kamu bisa distribusiin karyamu ke semua platform di atas hanya dalam satu langkah.

Caranya, kamu tinggal buka laman Distribusi Karya HOOKSpace dan klik ‘Daftar Sekarang’ untuk terhubung ke Tunecore. Nanti, di bagian Stores, kamu tinggal aktifin aja semuanya. Kebayang gak, siapa tau musikmu bakal diputer di tempat yang gak disangka-sangka?

Dari 20 lebih aplikasi streaming musik di atas, mana yang paling kamu suka? Mana yang pengen banget kamu coba? Ayo bagikan pendapatmu di kolom komentar!

No more articles