A password will be e-mailed to you.

Kalau punya rejeki berlebih, berbagi lah. Kalau menerima banyak hal baik, berbagi lah. Kalau tahu lagu-lagu bagus, berbagi lah. Ya kira-kira begitu juga lah makna tulisan ini. Keinginan berbagi ini muncul karena saya sayang kamu, sehingga saya mau berbagi denganmu, dan saya sayang sama lagu-lagunya, sehingga saya ingin menyebarkan lagu ini ke sebanyak mungkin manusia.  Mari semua saling menyayangi seperti lagu Barney.

Daftar lagu di bawah ini adalah lagu yang wajib masuk playlist saya. Tanpa lama-lama, ini dia.

  1. Becca Stevens Band – Be Still

Track nomor empat dari album Perfect Animal (2015) ini mencuri perhatian saya karena singkup-singkupnya yang bikin “Hah? Eh? Gimana?”, terutama di bagian verse yang ganjil sekali tujuannya mau ke mana. Untung, kita dipapah lagi ke jalan yang lurus pada bagian refrain. Permainan dinamika yang menyenangkan juga bikin saya merasa sedang di taman bermain: lihat kanan kiri lalu dikejutkan oleh treats-nya mereka. Pengalaman seperti itu yang terjadi sepanjang lagu. Seru sekali!

If you happen to listen to this song, sebuah tips: dengarkan ornamen-ornamen di dalamnya. You’ll be smiling!

  1. Alt-J – Taro

Track penutup ini justru yang menjadi favorit saya dari seluruh track di album An Awesome Wave (2012) milik trio asal Inggris, Alt-J. Dibuka dengan canon gitar elektrik yang tenang, Taro bercerita soal pasangan fotografer, Gerda Taro dan Robert Capa, yang sama-sama meninggal di tengah perang pada pertengahan abad 20. Isian string pada verse sukses membawa saya ke suasana perang jaman itu. Lagunya sendiri berimajinasi tentang pertemuan kembali pasangan ini di kehidupan setelah kematian yang manis namun jauh dari kesan suci atau segala asosiasi surgawi.

Doors open like arms my love, painless with a great closeness.”

  1. Hyukoh – Gondry

It’s a post-relationship anthem. Asli.

Di track terakhir dari EP 22 (2016) ini, Hyukoh memproyeksikan rasanya putus. Reverb gitar yang seolah sedang jalan menunduk, vokal Oh Hyuk yang sedikit bindeng seakan dia habis putus terus nangis di kamar mandi tapi maksa nyanyi, those what make the song so real and close. Lagu ini menggunakan campuran bahasa Korea dan Inggris. Tapi tenang, kalau liat video klipnya langsung ada terjemahannya kok. Buat saya, justru bagian lirik bahasa Inggrisnya yang merupakan highlight dari lagu ini.

Sitting on the sunshine, sunshine is over me, she gets over me.

She will love all the above, past and present, fast forward.

Who will define, whatever they say, we stay the same.

Kalau mau nangis bareng, ayok.

  1. Tulus – Tukar Jiwa

Abis tetangisan, sekarang sayang-sayangan. Ya ndapapa, biar belens.

Pertama dengar, saya langsung suka karena lagu ini mengungkapkan sebuah rasa dengan tidak berlebihan, tidak gembar-gembor, baik dari segi lirik maupun komposisi. Jadi, rasanya Tulus mengungkapkan cintanya dengan tulus. Hal yang membuat saya relate adalah cara Tulus menunjukkan situasi saat kita sering kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan rasa kagum atau sayang. Kadang khawatir jadi klise, atau lebay. Ya intinya, “Coba sehari saja, satu hari saja, kau jadi diriku.

Kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu, mengagumimu, menyayangimu, dari sudut pandangku.

 

Buat saya, daftar di atas membuktikan bahwa karya-karya tersebut lebih dari sekedar MP3. Karya musik dibuat tidak sekadar memanjakan telinga. Ia bisa membangun ambiens yang membuat kamu menangis, tertawa, marah, dan terkait. Karya musik bisa menjadi sebuah tonggak atas sebuah peristiwa, misal: “Dulu ditembak pacar di mall pas lagunya ini nih”, ya semacam itu.

Apa lagu yang mengiringi hidupmu?

No more articles