A password will be e-mailed to you.

Kita bakal ngebahas bagaimana cara upload podcast ke Spotify lewat Anchor.

Kenapa sih, harus bikin podcast? Apa menariknya?

Begini, industri podcast di Indonesia belakangan ini makin berkembang pesat. Dikutip dari Nikkei, pendengar podcast dalam negeri pada 2020 lalu saja mencapai 3,6 juta. Belum lagi, hampir tiap pekan, ada pertumbuhan jumlah pendengar sekitar 10%.

Perkembangan tersebut disebabkan karena semakin luasnya lingkup yang dijangkau.

Tak sekadar obrolan inspirasional saja, kita bisa menemukan banyak tema lain mulai dari olahraga, life hacks, keuangan, teknologi, kesehatan, parenting, kisah horor, komedi, hingga segala macam yang berbau kedaerahan.

Belum lagi, partisipasi figur publik yang punya jutaan pengikut semakin memperbesar ceruk pasarnya.

Jangan berkecil hati dulu. Ingatlah bahwa jumlah pendengar podcast nasional belum mencapai 5% jumlah penduduk. Artinya, ruang perkembangannya masih sangat lebar.

Kamu jelas punya potensi untuk dapetin sesuatu lewat podcast, terlebih jika kontenmu membawa sudut pandang unik atau tema yang fresh.

Lalu, kenapa upload podcast lewat Anchor? Kenapa nggak yang lain?

Menurut mimin HOOKSpace sih, Anchor cenderung mudah digunakan, bahkan untuk yang pemula sekalipun.

Buat yang belum tau, Anchor adalah platform produksi podcast. Di sana, ada banyak fitur sederhana yang powerful. Entah mau rekam terus langsung upload, atau ngedit podcast sekalian, dua-duanya bisa.

Lebih enaknya lagi, setiap audio yang di-upload lewat Anchor bakal otomatis masuk ke Spotify. Pasalnya, Anchor sendiri telah diakuisisi oleh Spotify sejak 2019, sehingga sudah berada dalam sistem yang sama.

Ga usah berlama-lama lagi, HOOKSpace bakal ngasih tau cara upload podcast ke Spotify lewat Anchor. Ada juga sekilas info tentang fitur-fitur yang bisa dimanfaatin. Check this out.

Sign-up di Anchor

Langkah pertama, kamu langsung aja akses situs anchor.fm. Entah lewat smartphone atau desktop, cari panel ‘Get Started” dan kemudian klik.

Selanjutnya, kamu akan menemukan layar ‘Create Your Account’ seperti ini. Kamu tinggal isi nama, alamat e-mail aktif, dan tanggal lahir. Standar, lah.

Sign-up di Anchor untuk upload podcast

Kalau udah, klik sign up dan konfirmasi akun lewat e-mail yang kamu isi.

Lengkapi Profil Channel Podcast

Setelah klik link aktivasi dari e-mail, kamu bakal ketemu sama halaman “Welcome to Anchor” dan disuruh ngisi set-up yang mereka kasih.

Welcome to Anchor

Isi Nama dan Upload Foto Profil

Anchor bakal menyuruh kamu ngisi nama podcast dan upload foto profil. Kamu tinggal isi sesuai keinginan dan bisa upload foto sendiri.

Isi nama podcast dan deskripsinya

Kalau belum punya foto yang cocok, sementara bisa pilih gambar default yang disediakan Anchor dari Pixabay.

Upload foto profil podcast di Anchor

Kalau memang baru nyoba bikin akun dan belum berencana rilis podcast dalam waktu dekat, diisi asal dulu aja. Kalau nanti mau diganti pun masih bisa.

Pengen ganti nama podcast, deskripsi, dan cover art? Caranya gampang. Kamu tinggal klik gambar pensil di kotak profilmu. Nanti, kamu bakal diarahkan ke laman ‘Podcast Settings’.

Di bagian bawahnya lagi, masih ada beberapa kolom yang perlu diisi. Ini penting banget karena mempengaruhi tampilan page-mu di Spotify dan Anchor.

Beberapa kolom tersebut adalah kategori, bahasa, konten eksplisit, custom URL, link media sosial, hingga penyertaan logo Anchor di cover art-mu.

Kategori dan bahasa podcast
URL podcast

Jika tema podcastmu dirasa kurang ramah untuk kebanyakan orang, jangan pilih yang ‘clean’ ya. Begitu juga kalau pake Bahasa Indonesia, jangan salah pilih language. Nanti kalau salah, malah nyasar dan ga terdengar, kan? He he he.

Monetisasi Anchor (Opsional)

Dalam box “Welcome to Anchor”, kita bisa lihat adanya opsi set-up monetisasi.

Ini bertujuan untuk membuka ‘wallet’ donasi dari para pendengar, atau mencari brand dengan visi serupa, yang sifatnya opsional.

Sayangnya, ini baiknya diabaikan dulu kalau kamu baru memulai.

Menurut laman FAQ-nya, cara monetize Anchor baru bisa dilakukan oleh pengguna Amerika Serikat dengan Business Identification Number yang terdaftar.

Anchor sebenarnya memberikan formulir set-up monetisasi untuk user di luar Amerika. Langsung kunjungi link ini, kemudian request sponsorships, dan kita bakal diwajibkan mengisi Google Form yang mereka berikan.

Form monetisasi Anchor

Namun, kalau penikmat podcast-mu masih terlalu sedikit, lebih baik fokus kepada hal lain. Bangun pendengar terlebih dahulu, nantinya sponsor bisa datang tanpa harus mengaktifkan fitur monetisasi.

Anchor sendiri berencana mengaktifkan monetisasi untuk negara lain selain AS. Namun, platform yang didirikan pada 2015 itu belum membeberkan timeline-nya. Kita tunggu saja kelanjutannya.

Baca Juga: Royalti Musik Streaming dari Spotify dan YouTube Music, Lebih Besar Mana?

Cara Upload Podcast

Sebelum membahas cara upload audio podcast, baiknya kita mengetahui satu per satu fitur yang ada di halaman “Create Your Episode”. Selanjutnya, kita bahas tuntas tutorialnya.

Ketahui Lima Fitur Utama di Anchor

Kamu bakal ditampilkan lima pilihan fitur di sisi kiri, yakni Record, Library, Music, Messages, dan Transitions.

Lima fitur powerful di Anchor untuk upload podcast

Kalau mau rekam suara di tempat tanpa edit dan langsung upload, kamu klik aja ‘Record’. Kamu tinggal allow Anchor untuk akses mikrofon yang kamu pakai, terus tinggal start recording, deh.

Record di Anchor

Tapi, fitur ‘Record’ hanya terbatas untuk rekaman berdurasi 30 menit. Lebih dari itu, Anchor mengharuskan kamu untuk merekam suara pakai apps lain dan meng-uploadnya seperti step yang sudah disebutkan di atas.

Fitur kedua adalah ‘Library’. Lewat sini, kamu bisa menggunakan audio yang sudah pernah di-upload; entah untuk dipakai kembali atau sekadar mengunggah stok audio yang belum sempat di-publish.

‘Library’ bisa sangat efisien dalam konteks produksi podcast.

Library Anchor

Misalkan, podcastmu bekerja sama dengan iklan layanan sosial untuk beberapa episode. Setelah episode pertama published, kamu tak perlu merekam ulang iklan tersebut untuk episode selanjutnya; karena tinggal pakai audio yang pernah disiarkan di episode sebelumnya. Audio tersebut bakal tersimpan otomatis di akun-mu.

Fitur berikutnya adalah ‘Music’. Kamu bisa memasukkan lagu-lagu yang ada di Spotify ke podcast-mu. Tak usah heran, mengingat Anchor sudah cukup lama diakuisisi oleh Spotify.

Jika digunakan dengan baik, fitur ‘Music’ bisa membantu memberikan experience yang unik kepada pendengar. Podcast-mu seolah-olah seperti siaran radio yang ada lagunya di tengah obrolan.

Caranya, kamu klik ‘Music’, dan nanti langsung diarahkan ke kolom pencarian seperti ini. Mau pilih lagu apa pun, bebas.

Anchor Music

Pertanyaannya, Kenapa kok yang ditampilin di preview builder cuma 30 detik? Padahal kan durasi lagunya sekitar tiga menit?

Kalau kata Anchor sendiri, ketika podcast itu di-publish, lagunya tetep bisa didengerin full asal kamu pengguna Spotify Premium. Kalau pengguna gratis, ya cuma preview 30 detik. Nggak ada cara lain untuk dapet versi full-nya selain langganan dulu.

Fitur keempat adalah ‘Messages’.

Podcast-mu bisa menerima pesan suara dari pendengar jika kamu mengaktifkan fitur “Show voice messages button on your Anchor profile”. Cara aktifinnya? Balik lagi ke halaman edit profile-mu tadi. Pasti ketemu.

Messages di Anchor

Nanti, kalau ada yang mengirimkan pesan suara, kamu bakal dapat notif melalui e-mail. Pesan suara dari pendengar itu akan muncul di fitur ‘Message’ jika disimpan, dan nantinya bisa dimasukkan ke podcast-mu.

‘Messages’ bisa menjadi lahan kolaborasi antara podcast-mu dan pendengar. Dalam karya apa pun, melibatkan fans selalu berpotensi meningkatkan engagement. Ini semua tinggal bergantung kepada gimmick dan bagaimana memanfaatkannya.

Adapun fitur terakhir adalah ‘Transitions’. Anchor menyediakan 66 stok sample suara gratisan berdurasi nol hingga 16 detik untuk transisi podcastmu dari part satu ke part berikutnya.

Transitions di Anchor

Seringkali, sebuah episode podcast tidak cuma membahas satu topik saja. Suara transisi bisa berperan penting untuk me-refresh telinga pendengar agar tidak bosan.

Penggunaan ‘Transitions’ sendiri sebaiknya mempertimbangkan konsistensi; tidak gonta-ganti per episode-nya. Transisi yang terkesan sepele ini malah bisa jadi ciri khas bagi pendengar jika penggunaannya berkelanjutan.

Upload Audio Podcast

Ini adalah saatnya kita upload audio ke Anchor. Langkah pertama, klik box “New Episode” yang ada di kanan atas (ini versi desktop, ya).

Cara upload-nya pun mudah. Klik “Click to Upload” atau drag audio file-mu ke kotak yang ada di sebelah kanan.

Drag audio untuk upload podcast

Dalam sekejap, file-mu akan masuk dan diproses sejenak sebelum lanjut ke laman berikutnya.

Tunggu dulu sampai loading-nya selesai. Kalau indikatornya belum berhenti berputar, file audio-mu belum ke-render dengan sempurna.

Coba aja, kalau di-play pasti sound-nya masih berbayang; belum benar-benar jelas. Ini semua bergantung kepada kecepatan koneksi internetmu juga.

Kalau sudah selesai proses render, kamu tinggal cek ulang deh apakah file-nya udah benar atau belum.

Edit Audio Podcast

Sebelum lanjut, pastikan dulu apakah kamu perlu edit audio atau nggak.

Kalau masih perlu edit, kamu klik dulu titik tiga yang ada di sebelah kanan uploaded file.

Edit audio sebelum upload podcast

Setelahnya, akan muncul ‘Episode Builder Interface’ untuk split segmen, memotong part yang ingin dibuang, atau menambahkan suara di tengah-tengah durasi.

Misalkan, mimin HOOKSpace mau membagi podcast dalam tiga segmen.

Split segmen

Langsung pilih aja bagian mana yang perlu di-split, geser dan adjust sesuai kebutuhan, terus save as multiple segment, deh.

Save as multiple segments

Selanjutnya, podcast kita udah langsung kebagi menjadi tiga segmen. Di sinilah, kita bisa menyisipkan iklan atau suara transisi jika perlu.

Bagi segmen dan sisipan suara

Mantep, kan? Tinggal potong-potong di tempat. Gak perlu edit ulang cuma buat nyisipin iklan.

Selain itu, kita juga bisa nambahin background musik untuk file audio podcast. Caranya, klik logo not yang ada persis di samping kiri titik tiga. Kemudian, muncul-lah kotak berisi banyak background musik yang bisa dipilih.

menambahkan background musik ke audio podcast
Pilihan background musik untuk podcast

Sudah yakin? Gak mau edit-edit lagi? Langsung klik ‘Save Episode’ dan lanjut ke halaman berikutnya.

Setelah ‘Save Episode’, kita bakal masuk ke halaman ‘Episode Options’. Di sini, waktunya kita memberikan judul, menulis deskripsi, dan menetapkan jadwal tayang podcast.

Tulis Judul dan Deskripsi Podcast

Kamu mungkin pernah lihat judul dan deskripsi podcast Spotify favorit-mu. Inilah tempat untuk menulisnya. Penulisan judul dan teaser se-kreatif mungkin jelas bisa menarik calon pendengarmu untuk mampir.

Isi Judul dan deskripsi podcast

Di bagian paling bawah, ada pula customize options. Kita nggak perlu effort nulis episode dan season (kayak E1S1, E2S1, dst.) karena bisa di-set lewat sini.

Selain itu, tick box mengenai konten full format atau teaser juga tersedia. Tinggal dipilih sesuai keinginanmu.

Penentuan format konten

Upload Cover Art Episode

Cover art episode pun bisa di-edit di sini. Langsung klik “Upload New Episode Art”, dan pilih file di desktop-mu sesuai yang dikehendaki.

Upload cover art episode

Kalau nggak punya cover art episode, foto cover ini nanti akan otomatis menyesuaikan foto profimu di dashboard.

Tapi, biar lebih spesial, bikin artwork khusus per episode malah lebih bagus, kan?

Menilik contoh “Podcast Soan Denny Caknan x HOOKSpace”, selalu ada artwork baru yang ditampilkan di setiap episode.

Contoh artwork Podcast SOAN Denny Caknan x HOOKSpace

Artwork per episode sifatnya penting, karena kami perlu ‘ngangkat’ figur yang dijadikan featuring di setiap episode.

Beberapa di antaranya, yang bisa kamu dengerin di Podcast SOAN adalah episode bareng Ndarboy Genk, Cak Percil, Abah Kirun, dan Happy Asmara. Penasaran gimana podcast-nya? Langsung play aja nih!

Baca Juga: Podcast SOAN Denny Caknan, Tak Kalah Populer dengan Bahasa Daerah

Publish Podcastmu

Di bawah ini, HOOKSpace bakal menjelaskan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum benar-benar meng-upload podcast ke Spotify.

Disclaimer untuk Akun Baru

Ada hal penting yang perlu diingat.

Kalau baru bikin akun, kamu nggak bisa langsung upload podcast pada hari itu juga. Kamu diharuskan nunggu sekitar lima sampai tujuh hari untuk approval dari pihak Anchor.

Makanya, tombol ‘Next’ di bawah ini belum bisa dipencet.

Belum bisa upload podcast ke Spotify jika akun Anchor baru jadi

Tetapi, jika pakai akun lama/sudah dapat approval, kamu bisa memilih jadwal upload sesuka hati; entah detik ini, satu jam berikutnya, ataupun bulan depan.

Tinggal klik ‘Confirm’ di bagian jadwal, ‘Next’, dan podcast-mu bisa tayang sesuai waktu yang ditentukan.

Pilih Jadwal tayang podcast

Sementara itu, kalau belum yakin mau upload podcast, kamu bisa klik ‘Save as Draft’ dulu. Kalau nanti udah lebih pede, kamu nggak perlu repot-repot editing lagi.

Berikut ini adalah tampilan setelah klik ‘Save as Draft’. Langsung kesimpan dan file-nya nggak akan ke mana-mana.

Save as Draft

Publish ke Platform Selain Spotify

Sekali lagi, berhubung Anchor sudah diakuisisi oleh Spotify, audio podcast yang kita publish ke Anchor bakal otomatis masuk ke Spotify.

Nggak puas podcast-mu cuma tayang di Spotify?

Tenang dulu. Kalau kamu akses Anchor via web, klik saja ‘Settings’ di bagian kanan atas, lalu klik ‘Podcast Availability’. Terus, scroll terus ke bawah sampai ketemu ‘RSS Distribution’.

‘RSS Distribution’-nya kemudian tinggal di-enable agar nantinya bisa tersedia di platform lain secara otomatis.

RSS Distribution

Adapun platform lain yang diakomodasi oleh Anchor adalah Apple Podcasts, Google Podcasts, Overcast, Breaker, Castbox, Pocket Casts, RadioPublic, dan Stitcher.

Manfaatkan Fitur Analytics Anchor

Di samping menjelaskan cara upload podcast, HOOKSpace juga bakal mengulas fitur post-publish dari Anchor berupa indikator ‘Episode Analytics’.

Indikator ‘Episode Analytics’ yang bisa kita dapatkan di sini adalah jumlah play, top episode, lokasi stream, streaming platform, gender, dan kelompok umur pendengar.

Ingat, semua indikator tersebut baru akan muncul setelah kita meng-upload podcast.

Fitur ini sangat penting untuk menentukan arah podcast ke depannya.

Jika podcast-mu lebih banyak didengarkan oleh laki-laki berusia 18-22 tahun misalnya, kita bisa membuat materi promosi medsos atau mengundang tamu yang cocok dengan segmen tersebut.

statistik demografi pendengar podcast

Sebaliknya, kita juga bisa menggenjot promosi episode podcast yang sekiranya kurang perform, atau malah yang paling populer, dibandingkan yang lainnya.

Lokasi stream pendengar juga cukup menarik untuk dimanfaatkan.

Statistik wilayah pendengar podcast

Apabila terdapat setidaknya 5% stream dari negara lain, kamu bisa mencoba mengakomodasi pendengar di wilayah itu; entah kolaborasi lewat fitur ‘Messages’ atau dengan cara lainnya.

Baca Juga: Cara Mudah Upload Lagu ke Spotify

Itulah tadi penjelasan singkat mengenai cara upload podcast ke Spotify melalui Anchor. Gratis dan gampang, kan? Kalau udah ngebet mau upload, sabarin aja dulu buat dapet approval.

Apakah dalam waktu dekat kalian punya rencana untuk bikin podcast? Seberapa pengen suara kalian didengar lewat medium ini? Atau, apa saja podcast Spotify favoritmu? Tinggalkan tanggapan dan pesanmu di kolom komentar.

No more articles