A password will be e-mailed to you.

Saat nongkrong dengan teman-teman biasanya kita bakal denger lagu-lagu yang sama-sama suka. Biasa, anak satu tongkrongan mungkin mempunyai selera genre musik yang sama. Ada sebuah cerita yang nggak lucu tapi saya tetep mau cerita soalnya mumpung ada tempat cerita (hiks!):

Saat saya nongkrong dengen teman-teman saya, kami memutar lagu bergenre rock dan disaat itu juga ada seorang teman lainnya yang suka dengan lagu itu, namun juga ada teman lainnya yang tidak suka lagu rock dan menyuruh kami untuk mengganti lagu tersebut. Bingung nggak? Iya, saya juga bingung soalnya kebanyakan teman. Asek.

Disitu, timbul deh perdebatan kecil tapi bisa kok jadi topik perbincangan yang mengasikkan.

Sama halnya ketika kita mempunyai pacar, jika kita se-genre dengan si pacar, bisa jadi kita makin romantis gerimis tipis-tipis. Tapi, bagaimana kalau kita punya pacar yang nggak satu genre dengan kita? Apakah bom nuklir akan diledakkan dan musnah kehidupan di bumi?

Jawabannya: baca lebih lanjut ya. Hehehe. Tapi, berpacaran dengan orang yang beda lingkup genre dengan kita ternyata asyik juga kok walaupun akan menjadi tantangan tersendiri. Saya sendiri pun waktu SMA pernah mengalami kejadian tersebut.

Saat itu, pacar saya lebih tepat nya mantan pacar saya saat ini, dia menyukai genre musik folk walau saya sangat menggilai aliran musik rock. Suatu saat, kami sedang nonton konser bersama dan saat suatu band folk yang tersohor di negeri ini tampil, si mantan berteriak-teriak menyanyikan lagu yang dibawakan dengan ekspresi penuh rasa gembira. Dia seperti orang yang tidak memiliki beban hidup saking senangnya dan saya pun jadi ikut menyanyi sedikit-sedikit dengan tertawa ria dengan dia. Maklum, namanya lagi pacaran pasti gemes dong. Ehem.

Dari situlah saya mengambil kesimpulan bahwa melihat orang yang dicintai bahagia kita juga akan ikut bahagia, rasanya kecintaan si mantan saat di konser itu terhadap genre folk menular ke saya.

Hmm…. sepertinya genre emang bukan penghalang kita untuk mencintai seseorang. Sama seperti semboyan negara kita: berbeda-beda tetapi tetap satu jua, di hari itu juga saya merasakan bahwa perbedaan itu indah dan kita bisa mengenal hal baru karena perbedaan.

Kalau kita “se-genre” dengan si pacar mungkin membuat kita merasa seirama. Namun jika kita berbeda genre dengan dia, kita bisa membuat suatu hal ketertarikan yang berbeda jadi sama dan menjadi tantangan yang mengasikkan (walau agak terpaksa hehehehe).

Dengan ini, saya merasakan bahwa mencari pacar yang mempunyai kesamaan suatu hal dengan kita itu penting, tapi tidak ada salahnya loh kita pacaran dengan orang yang beda genre musik itu dengan kita. Apapun itu genrenya, walau beda dengan selera, kita wajib mengapresiasi ya…sebab karya seseorang sangat wajib kita hargai.

Pesan saya, berpacaran beda genre itu asik dan menarik…… walaupun pacaran dengan seseorang yang sama genre musiknya juga lebih asik. Hehehe. Udah ah, intinya nggak masalah mau pacaran dengan genre apapun yang penting jalan teruuuus!

 

 

 

**

Editor: Akhe Salsabila

No more articles