A password will be e-mailed to you.

Imajinarium merilis single pertamanya, “Sacrifice”, ke seluruh platform musik digital pada 17 September 2021. Band beranggotakan Gandhi Asta (vokal/gitar/synth), Hangga Sakti (bass), dan Bagas Prabowo (drums) ini merilisnya di bawah label Boneless Records.

“Sacrifice”bercerita tentang manusia yang melakukan kesalahan terus-menerus dan menimbulkan dampak buruk bagi keseimbangan di bumi.

“Harusnya, manusia bisa menahan nafsu dan sadar akan pentingnya kehidupan. Melawan kehendak alam diibaratkan seperti berlari melawan gravitasi. Sejauh apa pun terbang, tetap akan jatuh di ujung waktu,”

“Bencana dan wabah bukan kebetulan, melainkan tidak lebih karena ulah dari manusia itu sendiri.Pada akhirnya, mereka tersadar bahwa semua yang dilakukan telah berdampak buruk terhadap Bumi. Ibu Bumi perlahan-lahan sekarat, menjadi korban utama dari keserakahan manusia dan eksploitasi alam,”

“Poin lagu ini adalah ajakan untuk lebih menjaga keseimbangan bumi dan lingkungan hidup,” tulis Imajinarium melalui rilis persnya.

Imajinarium sekaligus ingin mengampanyekan aksi nyata yang teratur. Contoh termudahnya adalahmengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tidak boros sumber daya.

“Kita seharusnya mengambil dari apa yang kita beri, merawat dari apa yang disediakan alam, dan menjaga keseimbangan rantai kehidupan,” lanjut Imajinarium.

Lagu ini ditulis oleh Gandhi, sang vokalis. Satu hal yang unik di sini, part bass-nya bukan dilakukan Hangga Sakti selaku pemain bassnya sendiri, melainkan oleh Aufar Almajied.

Proses rekamannya dirampungkan diPregnant Pause Records. Kemudian, proses post-productionnya diselesaikan oleh Leonardus In Magma (mixing) dan Dhandy Satria (mastering).

Aspek musikal dalam single “Sacrifice” mengkombinasikan banyak pengaruh dari berbagai referensi seperti Pink Floyd, Radiohead, dan Led Zeppelin.

Tambahan orkestrasi strings dan brass section-nya dipengaruhi oleh komposer kaliber Hans Zimmer dan John Williams. Ini dilakukan untuk memperkuat suasana lagu.

Selain itu, artwork ciamik dari single ini diproduksi langsung oleh Tri Anggoro.

Unit asal Solo ini sendiri melabeli diri sebagai band art-rock. Adapun nama Imajinarium dipilih karena mereka merasa berada dalam wujud ruang imajinasi yang sama, dan imajinasi tersebut bakal diterapkan dalam karya-karyanya mendatang.

Baca Juga: “Gemerlap Gelap”, Bukti Nyata Milestone Mampu Lewati Hambatan

No more articles