A password will be e-mailed to you.

Buat kalian yang merasa anak indie banget dan langsung menolak ketika dengar lagu Korea, berarti kalian kurang indie. Mungkin beberapa dari kalian masih menganggap lagu Korea itu cuma K-Pop yang dinyanyikan oleh oppa-oppa boyband atau girlband. Sama seperti musisi Indonesia, di Korea pun ada musisi-musisi indie dengan karakteristik yang jauh berbeda dengan K-Pop yang kalian tau. 

Pada dasarnya, munculnya musisi indie atau independen bertujuan menjadi oposisi terhadap musisi komersial dengan major label. Di Korea, tentu saja munculnya musisi indie diperuntukkan untuk melawan musik-musik K-Pop yang sangat dominatif dan komersil. Pada era 90-an, musisi indie di Korea didominasi dengan genre punk rock yang menjadi simbol perlawanan. Ada dua daerah kecil di Seoul yang dikenal sebagai ekosistem musik indie Korea atau yang biasa kita sebut dengan skena musik indie di Korea, yaitu Hongdae dan Gwanak. Beberapa label indie pun terbentuk di daerah tersebut. Band indie bergenre punk rock seperti Crying Nut dan No Brain mengawali karir musiknya dari klub kecil di daerah Hongdae. Sedangkan label indie Boongaboonga Records (BGBG) didirikan pada tahun 2004 di daerah Gwanak yang menjadi representasi skena musik Gwanak. Skena musik Gwanak juga terkenal dengan eksperimen musiknya, seperti menggabungkan folk dengan rock yang kemudian menjadi batu loncatan baru bagi perkembangan musik di Korea.  

Berawal dari dua skena musik tersebut, kemudian terus bermunculan musisi-musisi indie baru dengan membawa gaya-gaya baru pula dalam bermusik. Skena musik indie di Korea menjadi semakin variatif dan meluas di seluruh Korea Selatan. Saat ini K-Pop menjadi bagian dari Korean Wave di seluruh dunia, sedangkan musik indie Korea menjadi subculture baru dalam permusikan di Korea. Seperti yang kita tahu bahwa industri musik K-Pop sangat mengedepankan persona idol-nya, sedangkan musik indie Korea mengedepankan autentisitas/keaslian dari musisi dan pesan yang dalam dari setiap lagunya. Genre-nya pun semakin beragam karena musisi indie di sana terus bereksperimen agar daya kreatifnya terjaga sehingga penikmat musik di sana tidak bosan dengan genre itu-itu saja

Saat ini dengan mudahnya akses musik indie Korea, para pendengar dipermudah dengan fasilitas yang ada sehingga ketika ingin mencari beberapa band “indie” di Korea tinggal membuka platform musik yang tersedia. Tidak seperti awal era 90an akses terhadap musik indie Korea tidak seluas sekarang. Musik indie Korea saat ini lebih bisa dinikmati untuk khalayak umum dibanding pada awal 90an yang masih didominasi oleh band punk rock. Bahkan mungkin dari kalian pernah mendengar beberapa lagu K-Indie di beberapa drama series Korea. Tidak sedikit musisi indie saat ini yang mengisi soundtrack di beberapa drama series Korea. Untuk memperkaya khasanah permusikan indie kalian, ada beberapa rekomendasi lagu K-Indie dari berbagai era dan genre yang akan saya berikan, agar kalian semakin menjadi anak indie yang hakiki:

  1. Crying Nut (크라잉 넛) – Deep in the Night (밤이 깊었네)

 

2. 노브레인 (No Brain) – You’re Fallling in to Me (넌 내게 반했어)

3. 삐삐밴드 (Pippi Band) – Over & Over (Feat. Zion.T)

4. Kiha & The Faces – 싸구려 커피 (Cheap Coffee)

 

5. Hyukoh (혁오) – Comes And Goes (와리가리)

 

6. Jannabi (잔나비) – She

7. Cacophony (카코포니) – Rosetta (로제타) 

8. 92914 – Moonlight

 

9. Broccoli, you too? – 이웃에 방해가 되지 않는 선에서 (Dancing In The Moonlight)

10. 우효 (OOHYO) – Vineyard

Selain rekomendasi di atas, kalian juga bisa dengan mudah mencari playlist K-Indie Music di berbagai platform, Spotify maupun Youtube. Selamat mengeksplorasi musik indie untuk menjadi anak indie yang hakiki!

No more articles