A password will be e-mailed to you.

Duo asal Yogyakarta, Langit Sore, merilis “Rumit The Series”di kanal YouTube resminya pada 30 September, 8 Oktober, dan 15 Oktober 2021. Pemutaran perdana web series itu dibarengi dengan mini concert di Makanya Restaurant, Sleman, DIY (30/9), sebagai rasa terima kasih kepada para tim yang bertugas.

Jika biasanya sebuah lagu tercipta dari film, “Rumit The Series” tercipta karena lagu-lagu yang diciptakan Langit Sore. Inspirasi “Rumit The Series” berasal dari single hits-nya berjudul “Rumit”.

Kakung Triadmojo dan Arman Harjo selaku personil Langit Sore mengatakan, “Rumit” adalah karya yang sangat berkesan. Sebab, berkat lagu itulah mereka dikenal oleh pendengar musik di Indonesia. Video lirik lagu tersebut bahkan menjadi soundtrack film Mariposa.

Lewat web series ini, Langit Sore sekaligus ingin menyuguhkan karya dengan cara yang berbeda.

“Selama ini, kami memang terbiasa menantang diri sendiri dalam berkarya. Dunia visual adalah suatu hal yang baru bagi kami,”

“Dalam penggarapan “Rumit The Series” ini, para personil Langit Sore terlibat secara langsung untuk setiap proses yang ada di dalamnya. Cukup menantang dan membuat ketagihan. Kalau ada kesempatan lagi untuk berkarya seperti ini, kami mau sekali,“ tutur Kakung.

Web series ini digarap bersama Gelora Abadi Sentosa (GAS!). Bagoes Kresnawan berlaku sebagai director, serta melibatkan beberapa aktor dan aktris ternama seperti Rukman Rosadi (Satrio), Teguh Bahalwan (Agung), Vania Valencia (Grace), Syarifah Farida (Intan), dan Kukuh Prasetya (Peppy).

Di samping itu, Langit Sore didukung penuh oleh Lumix sebagai penyedia peralatan

“Rumit The Series” mengangkat kisah asmara yang sering dialami kawula muda. Contohnya seperti yang tergambar dalam ketiga OST web series tersebut: “Dalam Iman Kita Berpisah”, “Sembunyi-sembunyi Mencintai”, dan “Mencintai Tak Direstui”.

“Cinta beda keyakinan, cinta sembunyi-sembunyi, atau cinta sama seseorang tapi nggak direstui sama orang tuanya, itu dialami oleh banyak orang. Di sini, kami berusaha menyuarakan itu semua,“ ungkap Kakung.

Dalam project web series ini, Langit Sore bersama GAS memproduksi tiga episode. Setiap kisahnya berdiri sendiri, namun masih memiliki benang merah.

“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kalian harus nonton Rumit The Series, karena web series ini merupakan gambaran problematika asmara yang ada di sekitar. Minimal, satu kasus yang kita angkat di sini, kalian pasti pernah mengalami,“ ucap Bagus Kresnawan, sang director.

Bagus berharap, adanya “Rumit The Series” ini bisa mewakili perasaan banyak orang yang pernah, bahkan sedang mengalami kejadian serupa.

“Semoga “Rumit The Series” bisa menjadi ruang kritik bahwa apapun pilihan kita, kitalah yang menjalani,“ tutup Bagus.

Lagit Sore sendiri baru dibentuk pada 2019. Namun, karya mereka meroket dengan sangat cepat. “Rumit” ialah karya terpopulernya, yang mana telah diputar sebanyak 23 juta kali di Spotify.

Baca Juga: Perayaan Bersuka Cita Naughtyboy dalam “September in Mars”

No more articles