A password will be e-mailed to you.

Semua berawal dari penawaran untuk menjadi kru Answer Sheet pada November 2015.

Dari sebuah grup Facebook, saya berkenalan dengan Ogi. Kalau tidak salah “Pedalboard Setup” adalah nama grupnya. Di sana, saya dan Ogi tergabung bersama anggota lain untuk saling berbagi info dan pengetahuan tentang pedalboard beserta pengaplikasiannya. Kebetulan sebelum mulai fotografi, saya dulunya adalah anak band kamaran. Meski pun ndak ngelothok banget, saya paham-lah sedikit-dikit soal rentetan efek beserta kebutuhan musisi di panggung.

Ternyata, Ogi ini adalah vokalis dan ukulele player dari band bernama Answer Sheet (sebenarnya term yang resmi adalah ukuleleis, tapi kok rasane isih wagu nulis ukuleleis). Iya, Answer Sheet yang itu, yang video klip-nya dicontoh John Mayer itu, wangun to?

Nah, di bulan November 2015 itu-lah Ogi mulai meminta saya membantu Answer Sheet manggung sebagai kru. Mungkin dia terkesan dengan saya akibat obrolan kami berdua yang nyambung. Karena saya juga sayang dengan dia tertarik, saya terima tawaran tersebut.

Iseng, saya membawa kamera saat bekerja sebagai kru. Sambil foto-foto saya mbatin: Loh, kok saya suka? Kok saya nyaman? Apakah ini… cin…ta?

Dari gig perdana tersebut, saya langsung didaulat untuk merangkap jabatan ganda di Answer Sheet: kru sekaligus fotografer tetap.

Lebih dari setahun saya menambah jam terbang saya bersama Answer Sheet. Dari mereka-lah saya mulai mengenal lebih banyak manusia di skena independen Jogja. Sembari bekerja, saya mulai pelan-pelan berkenalan dengan teman-teman band yang lain saat gig. Kegiatan yang terus menerus ini membuat lingkaran pertemanan saya mulai bertambah. Ketika saya selo, saya juga senang mendokumentasikan penampilan band yang main sebelum atau pun sesudah Answer Sheet, mengunggahnya, dan menandai band tersebut di media sosial. Rezeki saya mulai bertambah dari situ.

Pada akhir tahun 2016, saya mulai diminta untuk membantu dokumentasi beberapa band indie lain sebagai tenaga lepas. Dharma, Olski, Korekayu, dan (alm.) Summer in Vienna adalah beberapa di antaranya. Total, sudah lebih dari 20 band pernah menggunakan jasa saya. Selain milik Answer Sheet, saya kini juga menjadi fotografer resmi Sungai dan Summerchild. Duh, jadi nggak enak kalau disukai banyak orang begini.

Kalau bicara soal suka duka, mungkin ada beberapa yang langsung terfikirkan.

Menonton pertunjukan musik secara gratis sekaligus akses langsung ke bagian dalam barikade merupakan salah satunya. Keleluasaan untuk mencari sudut foto yang tepat adalah keuntungan bagi fotografer mana pun. Tidak perlu repot-repot datang lebih awal untuk mencari spot bagus. Suka yang lainnya adalah kebutuhan sehari-hari saya mulai terpenuhi karena pekerjaan panggilan sebagai fotografer cukuplah sering. Bukan maksud saya riya, tapi ya gimana ya. Laku je.

Relasi yang semakin meluas mungkin adalah keuntungan terpenting dari pekerjaan ini. Gosip-gosip terkini dari band indie Jogja juga menjadi keasikan tersendiri bagi saya yang memang suka ngegosip, eh.

Bicara soal duka menjadi fotografer band indie juga ada. Tentu saja karena mengikuti ramai-sepinya job band-bandnan, penghasilan yang saya dapatkan juga tidak tetap. Apalagi kalau bulan puasa, panggilan kerjaan juga cenderung ikut puasa.

Ya mungkin itu saja dukanya. Hahahahahaha..

Begitu sedikit cerita dari saya yang baru dua setengah tahun ini terjun di dunia fotografi. Nanti kalau bertemu di pit jangan lupa disapa kalau ingat wajah saya. Siapa tahu bisa tukeran rokok/ngobrol setelah gigs selesai sambil sharing-sharing tentang dunia fotografi, atau pedalboard setup.

No more articles