A password will be e-mailed to you.

Selalu ada musik yang menjadi soundtrack kehidupan semua orang. Entah sebagai sumber inspirasi, pelipur lara, pengiring kondangan, latar ketika mandi, hingga menjadi satu-satunya teman di saat sepi (biasanya jomblo sih yang begini, kayak saya). Kalau boleh saya izin ngomong bahasa inggris: music, emotionally and physically, has the power to affect any aspect of human’s life. Pie, wangun to cangkemku?

Pada 6 Februari 2018 lalu, perusahaan eksplorasi luar angkasa kebanggaan saya, Space X, cukup selo untuk melakukan uji coba peluncuran produk roketnya yang bernama Falcon Heavy. Katanya mereka, Falcon Heavy tidak ada hubungannya dengan Rotation. Cie, Falcon Heavy Rotation gitu maksudnya. Lucu gak? Lumayan ya.
Elon Musk, si empunya hajat, meng-klaim produk ini sebagai roket paling ‘ngawu-ngawu’ alias paling kuat dibanding roket-roket yang pernah ada sebelumnya, termasuk Tim Roket. Roket tersebut mampu membawa beban sebesar… eaa ini kenapa jadi ngomongin roketnya. Pusing saya.

Ya pokoknya intinya gini: roket tersebut mempunyai misi membawa Tesla Roadster (mobil listrik fenomenal milik Elon Musk). Berhubung massa Tesla lebih besar daripada massa satelit meski pun masih tetap tidak sebesar massa Slank dan FSTVLST, orang-orang menjadi bingung.

Munculah pertanyaan dari netijen: “Mengapa Anda mengirim mobil ke Mars?” Jawaban Mr. Elon cukup membuat para insan musik cengar-cengir sendiri: “Karena ini menyenangkan, dan ini adalah persembahan untuk David Bowie”. Lah tho, selo tho bocahe.

Melalui kanal YouTube-nya, Space X membuat rekapan proses peluncuran hingga kondisi saat mobil beserta astronotnya sedang berada di luar angkasa. Persembahan untuk David Bowie disimbolkan ketika proses menuju orbit Mars, soundtrack “Life on Mars” milik David Bowie berkumandang. Lagu ini sendiri punya makna khusus bagi Mas Elon. Katanya, “Life on Mars”merupakan inspirasi utama bagi mantan pemilik Paypal ini dalam obsesinya membangun kehidupan manusia yang multi-planetary, khususnya di Mars. Ya gitu, orang kaya mah bebas.

Pada 17 September 2018, sang Iron Man dunia nyata, julukan Mas Elon, kembali membuat pengumuman yang kontroversial ketika Big Falcon Rocket yang sudah dirancang untuk membawa manusia akan segera tinggal landas demi memenuhi misi #dearmoon. Misi ini telah mendapat suntikan dana dari miliyarder asal Jepang, Yusaku Maezawa, yang membeli semua kursi dari BFR. Apabila jadi, BFR adalah misi jalan-jalan ke luar angkasa pertama kali yang diisi private passenger non-astronot. “This is my lifelong dream”, begitu ucap orang Jepang ini. Ketika ditanya mengapa dia melakukan itu. Ia berkata bahwa, selain menjadi orang kaya yang terserah dong mau ngapain aja, menginjakkan kaki di bulan adalah sumber inspirasinya sejak kecil.

Menariknya, Mas Yusaku ini memutuskan akan pergi ke bulan bersama para artis. What? Artis? Why artist? Founder Zozotown yang juga seorang drumer tersebut mengaku sangat terinspirasi hidupnya oleh Jean-Michel Basquiat, seorang seniman grafiti, musisi, dan pelukis. Sangking ngefans-nya, karya lukisan Basquiat yang berjudul “Untitled” pernah dibeli oleh Yusaku seharga 110,5 juta dolar Amerika. Enak ya punya fans orang kaya. Uang segitu kalau dibelikan garam, anak-anak satu Indonesia langsung terbebas dari penyakit gondok.

Selain itu, alasan utama miliyarder Jepang ini mengajak para seniman ke bulan adalah pengandaiannya yang mengatakan: “Apa yang akan terjadi bilai Basquiat, Pablo Picaso, John Lennon hingga Michael Jackson, sudah pernah pergi ke bulan? Karya luar biasa apa yang akan mereka tuliskan berdasarkan pengalaman tersebut?” Dari sini, ia memutuskan untuk mengajak para artis yang ada untuk pergi bersamanya dan melihat bulan secara lebih dekat. Dari pengalaman tersebut, si artis akan diminta untuk membuat karya yang inspiratif bagi kehidupan manusia. Mulia banget kan?

Dengan berlimpahnya seniman, khususnya musisi, yang terinspirasi oleh bulan, saya kira hajat ini cukup menarik untuk diikuti. Melihat karya Beethoven dengan “Moonlight Sonata”-nya hingga “Mr. Moonlight” milik The Beatles, apa ya jadinya kalau para seniman ini benar-benar punya pengalaman bisa mendekati bulan secara harfiah?
Misi #dearmoon akan mengajak 6 hingga 8 artis dari seluruh dunia yang diharapkan adalah artis representasi terbaik di bidangnya meliputi:

Sampai saat ini, artis-artis tersebut masih belum ditentukan siapa dan akan segera dilakukan riset mendalam untuk mencari siapa yang tepat. Santai, #dearmoon sendiri baru akan dilaksanakan pada tahun 2023.
Jadi gimana? Seorang miliyarder dan insinyur jenius saja mengapresiasi seni, khususnya musik, sampai sebegitunya. Masih tega buat nawar fee artis, atau dateng konser cuma kalo gratisan?

Yang dicetak tebal adalah poin utama dari artikel ini. Terima kasih.

No more articles