A password will be e-mailed to you.

Sebelum membaca artikel ini saya sarankan para pembaca untuk memutar lagu berjudul “Take a Look Around” dari Limp Bizkit.

Sudah? Oke.

Nu Metal atau juga dikenal sebagai aggro-metal merupakan sebuah subgenre alternative metal yang meng-kombinasikan elemen heavy metal dengan beberapa elemen dari genre musik lainnya: hip hop, grunge, funk, ataupun alternative rock. Genre Nu Metal diperkenalkan pada era awal tahun 90an. Ross Robinson, “The Godfather of Nu Metal”, sukses menjadi produser yang memperkenalkan movement ini. Bersama dengan vokalis Korn, ia memadukan beberapa genre musik ke dalam musik metal sehingga membentuk subgenre baru. Hasilnya? nama-nama besar seperti Limp Bizkit, Korn, P.O.D dan Papa Roach merajai tangga lagu MTV Amerika dan bahkan beredar di Indonesia pada era 90an. Mulai tahun 2000an giliran adik-adiknya: Linkin Park, Trapt, dan Evanescence muncul ke permukaan menambah rentetan band yang mewarnai genre Nu Metal.

Berbicara soal karakteristik instrumen, sebenarnya band Nu Metal hampir sama dengan band pada umumnya. Namun, keberadaan  turn-table dan synthesizer membuat genre ini menjadi sedikit unik saat itu. Ditambah lagi, sebagian besar gitaris Nu Metal memainkan gitar yang di-tuning lebih rendah agar mendapatkan suara yang lebih berat. Kata “Metal” dalam Nu Metal dipertanggungjawabkan dengan keberadaan drum yang bermain dengan tempo cukup cepat dan rapat.

Bicara soal tunr-table, tentu bicara juga tentang Disc-Jockey (DJ).

Nah, peran DJ dalam band Nu Metal juga bisa dibilang cukup krusial. DJ memainkan warna baru dalam komposisi sebuah lagu. Leor Dimant, misalnya. Musisi yang lebih dikenal sebagai DJ Lethal ini merupakan anggota Limp Bizkit. Coba dengar “Break Stuff” dan Anda akan paham maksud saya.

Untuk bab lirik, biasanya kata-kata yang ditulis dan dibawakan pada beberapa lagu genre Nu Metal cukup kental dengan nuasa hip-hop. Dengarkan saja lagu “Youth of The Nation” dari P.O.D. atau “Generation”-nya Limp Bizkit. Kedua lagu ini memiliki tempo pengucapan kata yang cukup cepat hampir sama seperti Eminem ketika bernyanyi.

Pembawaan penyanyi beberapa band Nu Metal yang lebih mengarah kepada rapper dan hip-hop membuat Nu Metal menjadi terlihat lebih santai jika dibandingkan dengan genre induknya. Gaya berpakaian Fred Durst ketika manggung bersama Limp Bizkit bisa jadi contoh bagus. Ia selalu menggunakan jersey basket dan snapback New York Yankees, prejengan yang kental dengan nuansa hip-hop. Perpaduan celana kargo dengan baju flannel yang dikancing hingga kancing paling atas juga seringkali muncul. Aish, rapih bener bang mau kemana?

Akhir pekan kemarin, Limp Bizkit tampil sebagai headliner di salah satu festival musik di Bali. Bagi mereka yang besar di era 90an, tentu momen ini adalah momen nostalgia yang bagus. Apalagi, ini pertama kalinya Limp Bizkit tampil di Indonesia, meski pun tidak sedikit juga penonton yang kecewa dari penampilan band ini kemarin. Tapi yasudah, biarlah yang baik-baik kita ingat, dan yang buruk-buruk kita maafkan. Akhir kata berikut saya siapkan beberapa playlist untuk bernostalgia bersama dengan genre Nu Metal.

  1. Korn – Coming Undone
  2. Limp Bizkit – Take A Look Around
  3. P.O.D – Youth of The Nation
  4. Evanescence – Bring Me To Life
  5. Linkin Park – Somewhere I Belong
  6. Trapt – Headstrong
  7. Disturbed – Stricken
  8. Drowning Pool – Bodies
  9. Papa Roach – Last Resort
  10. Deftones – My Own Summer (Shove It)

Hayo, siapa yang masih ingat bagaimana band Nu Metal menjadi teman ‘nongkrong bareng’ di MTV zaman itu? Wah, sudah tua ya!

NU METAL LIMP BIZKIT TAMPIL DI SOUNDRENALINE 2018 GWK BALI HOOKSPACE MUSIK JOGJA
No more articles