A password will be e-mailed to you.

Selain rebahan, sebetulnya banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk berjuang bersama melawan corona selama #dirumahaja, salah satunya adalah nonton konser musik online (dan tentunya, ikut berdonasi).

***

Beberapa waktu belakangan ini boleh dibilang menjadi masa yang sangat sulit bagi semua orang. Sebagai seorang videografer freelance (dan juga in house di HOOKSpace, saya merasa lumayan kelimpungan menghadapi pandemi corona. Berbagai kegiatan produksi event musik yang menjadi ranah utama kerjaan saya ditangguhkan sampai pandemi corona usai—bahkan beberapa ada pula yang dibatalkan. Sedihnya, biaya kebutuhan sehari-hari ternyata tidak bisa ikut ditangguhkan—sebut saja biaya makan, tagihan listrik, internet, Netflix, Spotify, atau biaya untuk membeli makanan kesukaan kucing saya yang sekilonya mencapai 100 ribu rupiah itu tetap harus dibeli. Sebagai seorang yang menggantungkan hidupnya pada industri musik, pandemi corona ini menjadi masa terkelam saya selama menjadi buruh industri musik—karena selain dompet saya yang kian hari kian tiris, tiap harinya saya harus menghadapi kucing saya yang sering mencak-mencak karena Whiskas kesukaannya terpaksa harus saya ganti dengan makanan kucing lainnya yang lebih murah.

Fenomena sekaratnya industri musik di tengah pandemi corona ini mungkin sudah ditulis Akhe Salsabila dalam tulisan sebelumnya. Tentu saja bukan hanya industri musik saja yang saat ini menelan pil pahit kondisi ekonomi di tengah pandemi, sektor-sekor industri lainnya pun turut merasakan kegetiran yang sama. Pekerja sektor informal—mulai dari pekerja serabutan seperti saya, aa’ burjo, abang cilor depan komplek, hingga buruh pabrik—adalah kelompok pekerja yang paling rentan dan paling merasakan dampaknya. Yang paling getir, ternyata masih banyak pekerja sektor informal rentan di luar sana yang tiap harinya masih turun ke jalan untuk mencari sesuap nasi karena tidak memperoleh kesempatan untuk bekerja di rumah. Kondisi ekonomi yang mengharuskan untuk tetap bekerja di luar, berdampak buruk terhadap penyebaran pandemi virus corona yang semakin merebak di seluruh penjuru negeri, khususnya di kota-kota besar. Namun, himbauan untuk #dirumahaja pun terpaksa diabaikan oleh sebagaian pekerja sektor informal yang paling rentan—karena realitanya, bila mereka tidak bekerja hari ini, besok anak dan istri di rumah mau makan apa?

Alhasil, tenaga medis di seluruh penjuru negeri jadi semakin keteteran karena jumlah penderita positif Covid19 bertambah drastis setiap hari. Terlebih lagi, minimnya suplai APD (Alat Proteksi Diri) yang sangat krusial untuk tenaga medis menjadi ironi yang menyedihkan dalam penanganan pandemi corona. Mau tidak mau, tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan pandemi corona harus menerima konsekuensi yang besar karena sedikitnya suplai APD yang layak.

It’s a tough times for everyone, isn’t it?

Masa pandemi corona tentu menjadi masa yang berat untuk semua orang. Semua orang—siapapun itu—saat ini sedang berjuang melawan pandemi corona dengan cara apapun. Tenaga medis, garda terdepan untuk menekan penyebaran corona, berjuang di berbagai instansi kesehatan dengan menangani pasien meskipun dengan APD seadanya. Pekerja sektor informal yang sejatinya paling rentan masih harus berjuang mencari nafkah meskipun resiko kesehatannya cukup tinggi.

Lantas, untuk kita—buruh modern industri musik ataupun sektor pekerja lainnya yang masih diberikan kesempatan untuk bekerja dan melakukan aktivitas dirumah—cara apa yang paling tepat untuk ikut berpartisipasi dalam berjuang melawan corona? Jawabannya sudah pasti: patuhi himbauan #dirumahaja! Dengan #dirumahaja, kita turut berjuang menekan penyebaran virus corona meskipun cuman sambil rebahan. Pokoknya, mending rebahan aja deh daripada keluyuran nggak jelas di luar, dan kamu malah beresiko menularkan virus ke orang lain ataupun tertular dari orang lain. Jadi, berbanggalah kalian para kaum rebahan (termasuk saya) yang setiap hari kerjaannya rebahan sambil dengerin dengerin Spotify Premium, karena akhirnya skill rebahan kita bisa memberi dampak positif bagi banyak orang.

Eits, tapi jangan cuman rebahan doang ya kamu godong kates! Masih banyak kok hal lain yang sedikit lebih produktif dan bisa menjadi perjuanganmu melawan corona selama #dirumahaja, salah satu contohnya adalah dengan menonton konser musik online—yang tentunya bisa dilakukan sambil rebahan.

Lah, seriusan nih bisa berkontribusi melawan corona hanya dengan rebahan sambil nonton konser musik online?”

Bisa banget! Kamu bisa rebahan sambil nonton konser musik online di gawai kamu. Namun, jangan lupa untuk menyisihkan sedikit rezekimu—berapapun jumlahnya—sebagai bentuk kontribusimu memberikan bantuan suplai APD untuk tenaga medis dan bantuan untuk mereka yang membutuhkan. Selama masa pandemi ini, sudah banyak teman-teman skena musik yang menginisiasi konser musik online di internet, salah satunya adalah ‘Konser Musik #dirumahaja’. Konser musik online yang diinisiasi oleh Narasi.tv bersama kitabisa.com, loket.com, Billboard Indonesia, dan Violad Creative ini merupakan simpul solidaritas musisi dan penikmat musik untuk berjuang bersama melawan corona dari rumah melalui medium konser online mulai dari tanggal 25 Maret hingga 28 Maret 2020 kemarin. Meskipun acaranya sudah selesai, kamu masih bisa berdonasi di tautan ini sampai 14 April 2020. Sampai saat tulisan ini dirilis, total donasi yang terkumpul melalui kanal kitabisa.com mencapai Rp 9.876.924.829—angka yang cukup fantastis mengingat donasi baru berjalan 5 hari.

Selain itu, Asumsi.co juga menyelenggarakan konser musik online bertajuk ‘Jauhan Sejenak’ yang dimeriahkan oleh Pamungkas pada 21 Maret 2020 yang lalu. Acaranya memang sudah selesai, tapi kalian masih bisa ikut berdonasi melalui tautan ini sampai 4 April 2020. Total yang terkumpul sejauh tulisan ini ditulis mencapai Rp 29.585.049. Mantap gak tuh!

Selain konser musik online, berbagai inisiatif yang dilakukan oleh teman-teman skena musik untuk mengumpulkan donasi. Studiorama melalui laman instagramnya turut menggelar lelang yang diikuti oleh beberapa punggawa industri musik independen seperti Rekti Yoewono (The S.I.G.I.T), John Paul Patton (Kelompok Penerbang Roket), Vira Talisa, Reality Club, serta beberapa nama lainnya. Lelang ini berlangsung dari 25 Maret – 6 April 2020, dan hasil penjualannya akan didonasikan langsung ke kampanye #BersamaLawanCorona yang diinisiasikan kitabisa.com.

Adapula kawan-kawan dari label rekaman Kolibri Rekords yang menginisiasi EP ‘City Rockdown’ yang hasil penjualannya juga akan didonasikan untuk membantu suplai APD bagi tenaga medis. Band serta musisi besutan Kolibri Rekords setiap minggunya akan merilis lagu yang bisa diakses gratis di bandcamp Kolibri Rekords, dan nantinya akan dikompilasi menjadi CD yang bisa dipesan disini.

Tentunya, masih banyak teman-teman yang berkecimpung di industri musik yang melakukan aksi serta inisiatif lain guna membantu tenaga medis dan mereka yang membutuhkan selama pandemi berlangsung. Hal ini menjadi pertanda yang baik untuk industri musik kita yang sedang terengah-engah ini, karena ternyata semangat solidaritas dan kolaboratif yang teman-teman skena musik lakukan bisa menjadi napas segar yang tetap menghidupkan industri musik ditengah bencana pandemi yang meresahkan ini.

Mungkin beberapa event kita kedepannya terpaksa ditangguhkan bahkan dibatalkan, atau mungkin kita tidak bisa membuat gigs kolektif lagi selama pandemi—tetapi kita tetap bisa berkumpul secara online melalui musik dan menggerakkan banyak orang untuk berjuang melawan corona selama #dirumahaja. Pada akhirnya, musik selalu menjadi bahasa yang universal untuk memperjuangkan apapun; dan dalam konteks saat ini, kita sama-sama berjuang melawan corona. Momen ini seharusnya membuat kita, buruh industri musik (temasuk saya juga), yang dirundung kesedihan karena kehilangan banyak project ataupun event untuk tetap semangat dan optimis; karena sebetulnya kita tetap bisa berkontribusi melawan corona dengan bermusik kok! Dan untuk siapapun kita—entah buruh musik, pekerja kantoran, mahasiswa, dan penikmat musik lainnya—juga punya andil yang besar untuk membantu melawan pandemi corona dengan mematuhi himbauan #dirumahaja sembari menonton konser online dan berdonasi.

Dalam waktu dekat, HOOKSpace juga akan menginisiasi crowdfunding untuk membantu melawan pandemi corona. Eh, tapi jangan di spoiler dulu deh! Biar momen #dirumahaja kamu tetap ada surprise-nya gitu! Dan kalau teman-teman pegiat skena musik yang baca tulisan ini ada yang tau inisatif crowdfunding lainnya, boleh banget lho di share di kolom komentar! Pokoknya tetap sehat, tetap semangat, supaya bisa musik-musikan lagi setelah pandemi!

No more articles