A password will be e-mailed to you.

Perkembangan podcast di Indonesia semakin memperlihatkan diferensiasi. Tidak hanya berbahasa Indonesia dan Inggris saja, kini mulai banyak yang ambil bagian dengan bahasa daerah; salah satunya adalah Podcast SOAN by Denny Caknan x HOOKSpace.

Podcast SOAN by Denny Caknan x HOOKSpace, yang diinisiasi ke Spotify pada 2021, menjadi salah satunya. Siniar ini berbalut dialog bahasa Jawa, disertai candaan ala Jawa Timuran.

SOAN di sini bermakna ‘sowan’ atau bertamu. Podcast ini digarap di rumah Denny Caknan, seolah-olah sedang ngobrol dengan tamu yang datang.

Podcast SOAN membuktikan satu hal. Upaya penggunaan bahasa daerah ternyata masih sangat digemari dalam kemasan konten hiburan.

Buktinya, hanya dalam beberapa pekan saja setelah rilis, podcast tersebut langsung naik ke top 70 Spotify; bersaing dengan podcast berbahasa Indonesia yang sudah populer.

Secara konten, Podcast SOAN by Denny Caknan x HOOKSpace terbilang segmented kepada orang yang mengerti Bahasa Jawa saja.

Namun, buat kamu yang ingin tahu lebih lanjut, HOOKSpace bakal memberikan rangkuman dan teaser mengenai tiga episode pertama Podcast SOAN yang sudah mengudara. Let’s go!

Tiga Episode Pertama Podcast SOAN

Tiga episode pertama Podcast SOAN by Denny Caknan x HOOKSpace menampilkan orang-orang terdekat Denny Caknan.

Berhubung dekat dengan ketiga bintang tamunya, candaan Denny dengan semuanya tak pernah luput dalam setiap obrolannya.

Podcast SOAN by Denny Caknan x HOOKSpace

Episode Happy Asmara

Happy Asmara adalah penyanyi dangdut kelahiran 1999 asal Kediri, Jawa Timur. Ia semakin populer berkat karyanya yang berjudul ‘Tak Ikhlasno’ dan ‘Dalan Liyane’.

Pentingnya Support System

Dalam episode Podcast SOAN by Denny Caknan x HOOKSpace bersama Happy Asmara, salah satu topik yang dibahas adalah pentingnya support system dalam kehidupan.

Pekerjaan sebagai penyanyi tak jarang memberikan tekanan tersendiri kepada Happy, terutama untuk bisa tetap tampil maksimal.

Apalagi, dirinya sempat dicap sebagai penyanyi dangdut yang lebih banyak membawakan lagu orang lain ketimbang karyanya sendiri.

Namun, semua itu bisa teratasi karena Happy selalu mendapatkan support dari orang tua, keluarga, dan orang terdekat. Itulah yang membuatnya kuat dalam menghadapi apa pun.

Umbar Romansa

Salah satu keunikan episode ini adalah membicarakan romansa antara Denny dan Happy Asmara. Ada yang saling umbar momen aib, bahkan ada juga yang lupa tanggal jadiannya.

Dalam akhir sesi podcast, ada juga kuis saling menebak satu sama lain, Apakah keduanya saling tahu? Dengarkan keseruannya lebih lanjut di bawah ini.

Dengarkan Juga: Ruang Ngibul HOOKSpace x Pendhoza: “Bojo Galak Itu Lagu Kami, Bukan Nella Kharisma”

Episode Cak Percil

Cak Percil adalah entertainer kelahiran Banyuwangi yang terkenal di Jawa Timur. Tak hanya komedi, ia juga menggeluti dunia musik; bahkan telah merilis beberapa lagu.

Peran Orang Tua dalam Hidup

Cak Percil tak henti melemparkan candaan sepanjang sesi podcast. Namun, ada bagian menyentuh yang diceritakannya, yakni peran orang tua dalam hidup.

Suatu hari, Cak Percil pernah disuruh sang ayah untuk rekaman. Tak berselang lama, sang ayah pun meminta Percil membawa kaset hasilnya.

Sayangnya, ia lupa dan kaset tersebut ketinggalan di kosnya di daerah Blitar.

Hal itu ternyata jadi salah satu permintaan terakhir sang ayah. Sang ayah kemudian wafat dan Cak Percil harus rela melepas tanpa sempat memutarkan hasil rekamannya.

Peristiwa tersebut sangat membekas sampai saat ini. Cak Percil pun memberikan pesan, bahwa jika orang tuamu masih ada, rawatlah dengan sangat baik.

Hal serupa terjadi kepada Denny Caknan. Suatu waktu, ia disuruh lebih rajin beribadah. Tak lama, lagu Kartonyono Medot Janji langsung booming. Di situ, mengikuti perintah orang tua bisa jadi pintu pembuka sukses yang besar.

Dipenjara 35 Hari di Hongkong

Cak Percil mengubar kisahnya dipenjara di Hongkong. Saat itu, ia ceritanya mengambil job di negara tersebut.

Sayangnya, event organizer-nya kala itu bukannya memberikan visa kerja, tetapi malah visa turis. Tak ayal, sewaktu manggung dan baru membawakan satu lagu, ia langsung ditangkap.

Ia kemudian ditahan selama 35 hari, tepatnya di imigrasi satu malam, di kantor polisi dua malam, dan sisanya di rutan.

Uniknya, jauh sebelum dipenjara, Percil suka menonton film laga China. Ia tak menyangka bisa dapat pengalaman langsung merasakan apa yang ia lihat seperti di film favoritnya.

Denny Caknan Populer Karena Cak Percil?

Cak Percil mengaku bahwa ia sering membawakan lagu Denny Caknan setiap manggung. Dengan berkelakar, ia merasa bahwa apa yang dilakukannya membuat Denny populer.

Tapi, Denny Caknan membantahnya. Denny merasa populer berkat ia sendiri yang menulis lagu bagus. Penasaran bagaimana perdebatannya? Dengarkan langsung di bawah!

Episode Abah Kirun

Abah Kirun adalah seniman yang terkenal di daerah Jawa Timur. Pria berdomisili Madiun ini punya Padepokan Seni Kirun, yang menjadi sarana belajar dan pentas untuk banyak seniman.

Berkarier Sejak Kecil

Salah satu bagian menarik yang diceritakan Abah Kirun adalah bagaimana ia sempat melepas harapannya sebagai seniman.

Ia mengawali kariernya saat masih SD, tepatnya sejak 1976. Dalam hanya dua tahun, ia bahkan sudah ikut pentas tur grup ke banyak wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dalam tahap itu, ia sempat berhenti karena beberapa alasan, salah satunya karena seniman dianggap tidak punya prospek.

Cerita ini rupanya masih sangat relate dengan anak muda sekarang. Untuk yang punya nasib seperti itu, kamu bisa mengikuti kisahnya; yang bangkit lagi menjadi seniman.

Berkesenian Sampai Akhir Hayat

Abah Kirun berkata ingin berkesenian sampai tubuhnya tidak kuat lagi. Meskipun susah mendengar sekalipun, Abah percaya bahwa kondisi itu bisa bikin performnya semakin lucu.

Menurutnya, seniman harus terus berkarya. Periode pandemi bukan halangan, karena ini bisa jadi wahana introspeksi untuk tetap mengolah rasa dan berkembang terus.

Penasaran gimana serunya episode ini pas Abah Kirun ngisengin semua yang ada di studio? Gimana pecahnya studio Denny Caknan saat itu? Ayo dengerin langsung di bawah ini.

Berkarya dengan Bahasa Daerah Bersama HOOKSpace

HOOKSpace yakin bahwa kedaerahan bukan hambatan untuk berkarya. Jangan pernah malu untuk membuat karya dengan bahasa daerahmu sendiri.

Menilik Podcast SOAN by Denny Caknan x HOOKSpace, Bahasa Jawa sebenarnya relatif ‘aman’ dan bisa ramai karena banyak penuturnya.

Tetapi, hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa bahasa daerahmu bisa dikenal juga, sekaligus menjaganya dari kepunahan.

Tak terbatas di Jawa, Bali, atau Papua saja, kamu diharapkan mulai berani membuat konten berbahasa daerah untuk memajukan potensi pasar lokalmu.

Medium podcast bisa dipilih untuk berkarya karena perkembangannya yang sangat masif. Saat ini, sudah lebih dari tiga juta orang di Indonesia mendengarkan podcast.

Potensi pertumbuhan podcast sendiri masih terbuka lebar, terutama dengan penetrasi koneksi internet dan konten audio yang belum berhenti.

Bayangkan, apabila pengguna gadget di Indonesia sudah mencapai puluhan juta, kita tinggal menunggu waktu saja industri podcast di negara tercinta ini semakin booming.

Dengarkan Juga: Ruang Ngibul HOOKSpace x Didi Kempot: Saya Bukan Musisi Campursari

Bagaimana, apakah kamu pendengar Podcast SOAN by Denny Caknan x HOOKSpace? Manakah bagian favoritmu? Tinggalkan tanggapanmu di kolom komentar bawah ini, ya.

Apakah kamu juga tertarik membuat podcast? Jika punya podcast berkonsep daerah dan ingin mengoptimasi, HOOKSpace membuka kerja sama agar karyamu bisa menghasilkan sekaligus didengarkan lebih banyak orang. Ayo hubungi kami di sini!

No more articles