A password will be e-mailed to you.

Royalti musik streaming bisa dikategorikan sebagai lini pemasukan tambahan untuk para musisi.

Buat yang belum tahu, royalti adalah jumlah uang yang dibayarkan untuk penggunaan karya, hak cipta, merek, atau paten kita. Setiap lagu yang kita punya dan dinikmati orang lain, entah dengan maksud komersil atau tidak, tentu memiliki potensi finansial.

Dalam konteks musik digital, salah satu sumber royalti berasal dari jumlah play di Spotify, YouTube Music, dan banyak penyedia layanan streaming lain.

Hanya saja, seorang musisi belum tentu tahu jumlah yang bisa didapatkan dari sana.

Apa yang dilakukan para pekarya, terutama pemula, umumnya adalah mempromosikan karya secara gencar. Ada masanya mereka memasarkan lagu lewat media sosial hingga radio.

Namun, akan ada satu titik dimana mereka seperti kehilangan arah; hanya karena tak tahu jumlah yang dibayarkan Spotify, YouTube, dan yang lainnya. Alhasil, potensi finansial dari sini seolah tak terlihat dan malah gagal terealisasi.

Padahal, kita sebenarnya bisa tahu estimasi jumlah uang yang bisa didapatkan dari streaming.

Melihat latar belakang itu semua, HOOKSpace bakal menjelaskan secara ringkas tentang perhitungan royalti musik dari berbagai platform, termasuk Spotify dan YouTube Music. Kita akan coba urutkan dari yang ‘termudah’ sampai yang ‘tersulit’; berdasarkan estimasi data dari Free Your Music (2021).

Royalti dari Apple Music

Apple Music menyediakan bayaran royalti terbesar di antara seluruh platform musik tersedia di Indonesia

Apple Music menjadi platform dengan ‘average per pay stream’ tertinggi, terutama di antara seluruh layanan streaming yang bisa diakses di Indonesia.

Per stream/play lagu, Apple Music memberikan royalti USD0,00783 (sekitar Rp112).

Dengan kalkulasi tersebut, musisi/band akan menghasilkan USD1 jika memperoleh sekitar 136 streams, dan mendapatkan USD100 jika mencapai 13.600 total putar.

Sebenarnya, di atas Apple Music, masih ada Napster dan Tidal yang punya rasio pay-out royalti lagu yang lebih tinggi. Napster menyediakan royalti per stream sebesar USD0,019 (Rp270), sedangkan Tidal membayarkan USD0,01284 (Rp183).

Sayangnya, dua platform yang disebutkan terakhir belum melebarkan sayapnya ke Indonesia.

Meskipun kita bisa mengunggah karya ke sana, peluang jumlah stream-nya relatif agak kecil kalau lagumu belum merambah pasar dunia. Apple Music sejauh ini masih jadi yang terbaik di pasar Indonesia.

Baca Juga: List 20+ Aplikasi Streaming Musik Populer dengan Jutaan User di Dunia

Royalti Deezer

Deezer

Aplikasi musik streaming yang satu ini mungkin tak terlalu populer dibandingkan beberapa pesaingnya di Indonesia.

Namun, dalam urusan royalti, Deezer adalah yang kedua terbaik. Platform asal Prancis yang didirikan pada 2007 ini menyediakan USD0,0064 (Rp91,21) per stream.

Band-mu ‘hanya’ perlu memperoleh setidaknya 156 streams untuk mendapatkan USD1, serta 15.600 pemutaran demi USD100.

Jumlahnya sepintas tidak terlalu besar. At least, kalau cukup populer di sini, kamu bisa mendatangkan pemasukan lebih besar dibandingkan dari Spotify dan YouTube Music.

Penghasilan dari Spotify

Jumlah royalti yang bisa diterima dari Spotify per stream-nya adalah Rp62.

Estimasi royalti yang bisa didapat dari platform satu ini ialah USD0,00437 (Rp62,3) per satu kali play. Artinya, untuk mendapatkan penghasilan dari Spotify sebesar USD1, kamu perlu meraup sekitar 229 streams.

Jumlah tersebut cuma sekitar separuhnya Apple Music dan masih tampak jauh lebih kecil ketimbang Deezer.

Namun, di sisi lain, Spotify bisa dipandang sebagai raksasa layanan streaming musik di Indonesia. Penggunanya di negara ini diprediksi sudah mendekati 10 juta.

Data tersebut menandakan bahwa kamu punya cakupan market yang lebih luas di Spotify. Meski harus mendapatkan 22.900 total play untuk mendapatkan USD100, hal tersebut masih tergolong reach-able.

Kita ambil contoh terbaiknya. Mengambil nukilan grafis dari Lokadata, musisi Indonesia yang meraup pundi-pundi uang terbanyak dari Spotify pada awal 2021 ialah Pamungkas.

Dalam laporan keuangan Spotify Q1 2021, solois pemilik lagu ‘To the Bone’ itu menghasilkan Rp3,72 miliar dari total 64,16 juta kali pemutaran.

Penghasilan royalti lagu streaming terbesar di Spotify Indonesia, Q1 2021.

Menariknya, dalam daftar di atas, 10 musisi Indonesia dengan revenue tertinggi didominasi oleh penyanyi solo; tanpa terkecuali.

Masing-masing dari mereka berhasil merengkuh total stream di atas 14 juta, dengan estimasi pendapatan berkisar Rp800 juta hingga Rp1,94 miliar.

Beberapa nama di antaranya ialah Nadin Amizah (33,4 juta streams), Rizky Febian (27,69 juta streams), Fiersa Besari (16,34 juta streams), Tulus (14,44 juta streams), dan Hindia (14,26 juta streams).

Baca Juga: Gimana sih Cara Upload Lagu ke Spotify dengan Cepat dan Mudah?

Royalti Amazon Music

Amazon Music

Amazon Music memberikan royalti sebesar USD0,00402 per play (Rp57,3) untuk para musisi yang lagunya masuk ke katalog streaming mereka.

Ini berarti bahwa seorang musisi/band bisa meraup USD1 dari Amazon Music dari 249 play, serta USD100 lewat 24.900 streams.

Jumlah royalti dari sini bisa dibilang beda tipis dengan Spotify. Namun, melihat popularitas Amazon Music yang belum terlalu digemari di Indonesia, rasanya masih lebih ‘menguntungkan’ untuk mempromosikan karya dari Spotify.

‘Gaji’ YouTube Music

Youtube Music

Dalam daftar ini, YouTube Music bisa dibilang sebagai platform yang paling sulit ‘ditaklukkan’. Pasalnya, besaran royalti yang mereka berikan kepada musisi terbilang sangat sedikit.

YouTube Music menetapkan bayaran royalti sebesar USD0,000069 (Rp0,98) per play; atau dengan kata lain tak sampai satu rupiah.

Untuk meraih USD1 dari sini, kamu perlu menghadirkan setidaknya 1.449 streams. Demi USD1.000, kamu/bandmu harus dapat 1,49 juta total streams.

Supaya bisa cuan tumpah-tumpah lewat ‘gaji YouTube Music’, tentunya belum ada cara lain selain lagumu viral dan laris diputar di mana-mana.

Penghasilan dari YouTube Music untuk sementara mungkin bisa dijadikan prioritas terakhir kalau dirasa kurang menarik. Kamu bisa mempromosikan lagu ke platform lainnya terlebih dahulu jika mau.

Hanya saja, kalau yakin bisa bersaing, tak ada salahnya saja dicoba. Apalagi jika kamu punya karya featuring dengan artis yang lebih terkenal, misalnya. Siapa tahu kan, bisa ngangkat?

Sebenarnya masih ada platform lain yang memberikan pay-out lebih dari YouTube Music, yakni Pandora (USD0,00133/Rp18). Namun, layanan Pandora agak terbatas di Amerika Serikat, jadi rasanya tak banyak musisi lokal yang menjadikan platform tersebut sebagai target market.

Platform Tersedia (di Indonesia)Estimasi Royalti per Stream (Tertinggi-Terendah)
Apple MusicUSD0,00783 (Rp112)
DeezerUSD0,0064 (Rp91,21)
SpotifyUSD0,00437 (Rp62,3)
Amazon MusicUSD0,00402 (Rp57,3)
YouTube MusicUSD0,000069 (Rp0,98)

Baca Juga: Belajar Bareng Praktisi Publishing & Distribusi Musik Dunia Lewat Music Matters Academy

Itulah kira-kira pembahasan singkat mengenai perhitungan royalti dari aplikasi streaming musik kepada para musisi.

Perlu diingat, untuk mendapatkan 100% keuntungan dari jumlah streaming-mu, kamu perlu mengupload karya secara mandiri.

Jika kamu mengunggah karya ke Spotify atau YouTube Music lewat pihak ketiga, kamu bisa kena potongan dan jumlah yang didapat semakin kecil. Jika kamu musisi dan punya kesadaran lebih soal ini, kamu bisa klik link ini untuk mempelajarinya lebih lanjut.

Bahasan kali ini setidaknya juga bisa memutus anggapan bahwa penyedia layanan musik benar-benar merahasiakan jumlah pembayaran royalti.

Setidaknya, kamu punya sedikit gambaran mengenai potensi finansialnya. Harapannya, kamu bisa membuat strategi pemasaran karya secara lebih baik, syukur-syukur bisa pasang target.

Menurutmu, apakah bayaran royalti dari Spotify, Youtube Music, dan layanan lainnya masih terlalu kecil? Lalu, apakah yang kira-kira perlu diusahakan para musisi demi mendapatkan revenue maksimal dari sini? Ayo bagikan tanggapanmu di bawah!

No more articles