A password will be e-mailed to you.
yF19J8x-hbc

Nadin Amizah, atau cakecaine, langsung kami buru jadwalnya ketika tahu kesempatan untuk mengadakan episode comeback Ruang Ngibul terbuka lebar berkat kerjasama kami dengan acara Land of Leisures (LoL) 2018.

“Pokoknya Nadin.” Ucap saya kepada tim saat melakukan curah gagasan singkat terkait public figure yang ingin kami kulik santai. Bukannya apa-apa, informasi kehadiran Nadin ke Jogja hanya berselang beberapa minggu dari rencana kami mendatangkannya pada gelaran Unplanned Vacation. Dilalah, LoL 2018 melangkah lebih dulu dengan memanggil Nadin manggung untuk kali pertama di Jogja. Yaudah kami ikhlas dan legawa, lagian kami juga gak punya uang.

Ya Tuhan, jadikan HOOKSpace kaya. Amin. Ayo penggemar Nadin bantu doa ya.

Ada anekdot terkenal yang bilang bahwa senja dan kopi adalah dua substansi inti pencinta lagu Folk arus utama. Saya tidak ingin membahas ini, pun menghindari pengistilahan genre dalam musik jenis apapun. Namun, apabila anekdot itu memang benar, kini ada lagi satu karakter yang saya yakin bisa bersaing menentang duopoli atas folk tersebut. Dia adalah Nadin Amizah dengan Rumpang-nya.

Saat hendak melakukan wawancara, kami tidak henti-hentinya tersenyum-senyum sendiri melihat gigi gingsul Nadin yang wadadaw itu. Untungnya kami punya senjata dalam wujud Vega. Menurut kami, dia yang paling cocok berhadapan dengan Nadin karena, ini boleh diperdebatkan, dia cukup ganteng dengan poni lemas dan senyum pepsodent-nya itu. Seenggaknya kalau Vega yang mewawancara, visual video ini jadi sempurna. Substansi bisa dipikir belakangan, yang penting pastikan Nadin mengeluarkan senyum dengan gigi gingsul itu. Wadadaw!

Selamat menyaksikan Ruang Ngibul episode ketiga. Atas nama kopi dan senja, kami persembahkan: Nadin Amizah.

Oh, soal anekdot terkenal tadi, itu saya karang sendiri.

No more articles