A password will be e-mailed to you.
XRJ_2zHwVCI

Setelah band saya kukut alias bubar, saya lalu membuat band baru. Alhamdulillah, saat ini juga band itu sedang mangkrak dan yaudah ini nanti saja ceritanya.

Kemudian HOOKSpace datang dan memberikan saya kesempatan utk bekerja sebagai duh gak mau sombong tapi ya lumayan penting lah. Melihat situasi bermusik saya yang sedang lucu-lucunya, maka saya langsung sikat saja tawaran ini. Ya, kenapa enggak? Karena iya. Loh, kok jawab sendiri? Ya namanya juga pengin nge-band tapi kok bubar terus! HIH!

Sejujurnya, saya selalu ingin berkontribusi kepada dunia musik lewat jalan apa pun. Apabila menjadi anak band belum ditunjukkan jalannya oleh semesta, mungkin HOOKSpace adalah cara saya untuk tetap berkontribusi dengan cara yang berbeda. Gimana, sejauh ini nyambung banget kan tulisan ini dengan judulnya?

Untuk semakin membuat super nyambung abis, saya mau bilang begini: saya kesal sekali sama Mas Awan.

Pasalnya, secara kecelakaan dia melemparkan tugasnya kepada saya di Hari H untuk menjadi wartawan dadakan. Gara-gara (ngakunya) jatuh sakit, dia main lempar tanggung jawabnya ke saya untuk menjadi interviewer Nadin Amizah pada kesempatan kerjasama HOOKSpace dengan Land of Leisures 2018 bulan lalu. Yasudah lah, cuman satu interview ini. Walau pun sambil bertanya kepada Tuhan apakah Nadin memang jodoh saya, wawancara lancar saya lakukan dengan sedikit grogi-grogi gelisah.

Lah dilalah, entah karena saya sering solat duha atau gimana, kok ya tiba-tiba panitia yang bertanggung jawab atas jadwal interview kami berinisiatif untuk “Ngapa gak sekalian wawancara Reality Club aja? Kan nginepnya di hotel yang sama.” Kemudian beliau segera mengatur jadwal langsung. Aduh, hampir kami persunting ni panitia.

Saya dilema. Di satu sisi, HOOKSpace ketiban rejeki dengan tambahan konten bareng Reality Club! Astaga! Saya mendadak akan ketemu Mbak Cia. Jadi takut dia tiba-tiba suka sama saya padahal saya masih pengin fokus kerja.

Di satu sisi, bajigur aku nginterview meneh cuk. Asemik koe Mas Awan.

Tak lama kemudian, pesan singkat panitia untuk pengaturan jadwal interview dibalas dengan “mau nih”. Sontak tim HOOKSpace langsung lembur dengan melakukan set up kembali untuk wawancara. Bersama. Reality. Club. UWGH. Gitar dulu boleh lah tet tteteww tettteteteww~ (ini bunyi intro “Is It the Answer?” bagi yang gak paham).

Saya tahu band ini adalah band yang menarik. Dalam arti, selain menjadi musisi, masing-masing personelnya punya banyak kegiatan/pekerjaan lain. Mbak Cia yang jadi pujaan hati banyak pria, termasuk saya walaupun saya pengin fokus kerja, tentu jadi salah satu role model anak band yang multimedia, eh multitalent. Begitu juga Mas Faiz yang baru selesai kuliah dari Leiden. Mas Iqbal, Mas Nugi, dan juga Mas Era yang punya segudang pekerjaan lain.

Entah mereka punya kekuatan membelah diri atau mesin untuk memberhentikan waktu, kok ya mereka bisa konsisten bermusik atas nama cinta kepada musik. Penasaran kan ajimat apa yang membuat mereka pintar membagi waktu? Sudah tidak perlu panjang-panjang tulisan ini. Takutnya semakin panjang akan semakin lucu saja.

Atas nama pemirsa HOOKSpace yang wadadaw, kami persembahkan Ruang Ngibul bersama Reality Club.

No more articles