A password will be e-mailed to you.
XNW48G3chbs

Beberapa waktu setelah saya puas mengolok-ngolok Vega yang terlihat grogi saat mewawancarai Nadin Amizah, saya mencoba maju saat kesempatan ngobrol bersama Vira Talisa muncul. Ini bukan pengalaman pertama saya mewawancarai seorang public figure, jadi saya ingin sombong untuk memperlihatkan Vega bagaimana cara profesional bekerja.

Riset sudah saya lakukan, draf pertanyaan sudah saya susun. Saya sampai di lokasi syuting jam enam pagi karena kami sepakat untuk mengeksekusi wawancara ini sebelum sarapan pagi. Sesampainya di sana, saya langsung mendapati tim HOOKSpace sedang tersiksa kejiwaannya karena dipaksa bangun pagi. Dunia kreatif memang kejam.

Jam tujuh pagi tet, sesuai kesepakatan, Vira datang ke lobi dan menyapa kami semua. Sendirian. Setelah disalami Vira satu per satu, saya mendapati tim HOOKSpace semakin terguncang kejiwaannya. Kali ini karena aura keindahan mahakarya Tuhan yang memang tidak bisa ditutupi. Subhanallah. Dunia kreatif memang indah.

Wawancara kami lakukan dengan cukup.. lancar. Vira ternyata tidak heboh seperti Mimi Perih. Pembawaannya tenang saat kami tanyai tentang panggungnya di Jogja, awal mula kemunculannya sebagai solois, proses berkeseniannya di Prancis dan Indonesia, Self-Titled Extended Play, Janji Wibawa, dan komentarnya tentang reuni 212. Tentu yang terakhir itu saya bohong.

Selamat menikmati Ruang Ngibul episode keenam bersama Vira Talisa. Yang jelas, beberapa hari lalu saat kami melakukan preview video ini, Vega lumayan puas mengolok-ngolok balik saya.

Sialan. Anak muda jaman sekarang memang tidak sopan dengan orang yang lebih tua.

No more articles