A password will be e-mailed to you.
zgy6zn1NByk

16 Maret 2018 – Bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia, Irine Sugiarto mengunjungi HOOKSpace untuk memperkenalkan karya-karya terbaru dan pandangannya soal perempuan. (redaksi)

Saya mempunyai kebiasaan untuk terus menyanyikan satu lagu yang baru saya dengar secara berulang-ulang di satu bagian yang saya sukai.

Saya contohkan: beberapa saat setelah video Tyler, The Creator muncul di sesi Tiny Desk Concert, saya selalu mengulang nada “Can I get a kiss? And can you make it last forever..” enam puluh kali setiap hari di atas sepeda motor. Saya tidak hafal lirik setelahnya, pokoknya setelah kata “forever”, saya akan mengulang lagi nada dari awal, atau mengarang lirik dan bernyanyi na na na na. Bagian terbaik dari lagu “See You Again” itu memang super hooky (is this even a word!?).

Nah, Irine Sugiarto juga memberikan dampak yang sama.

Beberapa hari setelah proses syuting Sore di Saorsa bersamanya, saya belum bisa melepaskan ingatan dari nada dan lirik “Altokumulus Kelabu” milik penyanyi asal Samarinda tersebut. Bahkan, saat syuting Umar Haen untuk episode empat, saya masih saja secara tidak sadar menyanyikan dua kata awal (ya liriknya “altokumulus kelabu..”, itu saja) dari chorus lagu itu. Walau pun hanya hafal sekelumit saja, tapi intensitas saya mengulang-ulang nadanya sudah stadium 4. Berbahaya dan mengganggu sekali.

Soal Irine yang akhirnya mampir ke HOOKSpace: cerita bermula dari Irine yang menyambangi Jogja selama beberapa hari untuk liburan dan pentas sana-sini. Elmo, pimpro audio kami, segera menodong Irine untuk memainkan beberapa lagunya di Saorsa. Elmo sendiri adalah sound engineer Irine dan pengganggu solo pianika di interlude lagu “Besok-Besok” melalui obrolan percintaan nan manja dengan pacarnya. Dengarkanlah di sini, jangan emosi yha.

Tiga lagu, “Samar dan Asam”, “Besok-Besok”, dan ((TENTU SAJA)) “Altokumulus Kelabu”, dibawakan Irine secara cihuy mengademkan Saorsa. Permainan gitar dan nyanyiannya membuat manusia lupa diri. Nyamuk-nyamuk sampai enggan menghisap darah. Cie.

Dibuat berbarengan dengan Hari Perempuan Sedunia, Irine membeberkan pandangannya tentang perempuan di kampungnya yang, menurutnya, masih jauh dari kesamarataan. “Banyak wanita yang merasa bahwa catcalling adalah bentuk pujian.” ujarnya menanggapi pertanyaan HOOKSpace.

Selamat menikmati episode ketiga.

Subscribe
No more articles