A password will be e-mailed to you.
AnsKmLNAw0M

Episode kelima Sore di Saorsa kedatangan solois wanita asal Flores, Gabriela Fernandez. (redaksi)

Saya dan Gebi beberapa kali berbincang sebelum dia memutuskan memulai karir soloisnya. Bukan makan malam bersama kok, hanya kebetulan kami satu komunitas musik dan sering ngejob bareng. Saat itu, Gebi baru saja jadi sarjana psikologi dan sedang di persimpangan jalan.

Rencana Gebi melepaskan atribut perkuliahannya setelah lulus untuk membangun karir sebagai seniman adalah langkah yang mengundang perdebatan, terutama bagi orang-orang yang suka ngurusin orang lain. Pilihan 1) kerja kantoran sambil hobi nyeni atau 2) menyerahkan diri pada idealisme adalah topik perdebatan abadi. Pembahasan ini kalau saya tuliskan di sini bisa jadi skripsi lagi. Gebi bisa lulus dua kali. S.Psi kuadrat.

Opsi terakhir akhirnya dipilih Gebi, setidaknya sampai tulisan ini dimuat. Menggunakan nama panggung Gabriela Fernandez, penyanyi asal Flores ini resmi menyerahkan nasibnya pada dunia seni.

Saya masih ingat bagaimana saya dan Gebi tidak sengaja bertemu seorang bule di salah satu Kafe bilangan Prawirotaman. Saya lupa namanya. Pokoknya ia sudah cukup tua, mungkin kisaran 40-50an tahun. Entah bagaimana, Saya dan Gebi berakhir di meja yang sama dengannya, berbincang perihal musik.

Bule ini bilang dengan tegas bahwa niatan Gebi memilih jalur folk adalah pilihan yang salah. Berkaca dari pengalaman anaknya sendiri, folk dianggap tidak laku. Baru kenal sudah berani ngasih nasihat tanpa diminta, dasar penjajah.

Fast-forward beberapa bulan ke depan, Gabriela Fernandez menjelma menjadi salah satu solois menjanjikan. Dua lagu diluncurkan, berbagai panggung dirasakan. Terakhir, dia menjajal Tangerang, Bekasi, dan Bandung untuk menyebarkan semangatnya dalam berkesenian. Hasilnya? Ah persetan dengan hasil, yang penting dik Gebi bahagia menjalaninya.

Di episode kelima, Sore di Saorsa berkesempatan merekam empat lagu orisinil Gebi. Lagunya adem, liriknya teduh: mirip kultum Cak Nun tentang toleransi. Silahkan ditonton saja untuk membuktikkan. Secara personal, saya sih berharap Gebi mau melakukan sentuhan bossanova di lagu-lagu dia berikutnya. Itu menurut saya ya, gak tau kalau menurut si bule.

No more articles