A password will be e-mailed to you.

Teddy Adhitya resmi merilis trilogi berjudul “Trilogi Semesta Cerita” yang dirilis secara bertahap di seluruh platform musik streaming digital.

“Trilogi Semesta Cerita” sendiri terdiri dari tiga lagu, yakni “Langit Favoritku” (dirilis 25 Agustus 2021), “Semestinya.” (rilis 1 September 2021), dan “Masa Depan” (rilis 9 September 2021).

Seluruh lagu di atas ditulis dan diproduksi oleh Teddy Adhitya. Adapun beberapa musisi top lain yang ikut berkolaborasi di sini adalah Gerald Situmorang, Petra Sihombing, Kenny Gabriel, dan Enrico Octaviano.

“Langit Favoritku”, yang menjadi lagu pembuka “Trilogi Semesta Cerita”, adalah karya perdananya dalam bahasa Indonesia. Proses penulisan lagu tersebut dimulai ketika Teddy menyepi selama dua bulan di Bali pada awal 2021.

“Langit Favoritku” bercerita tentang proses berdamai dengan diri. Ini adalah hasil kontemplasi yang terlahir berdasarkan pengalaman pribadi saat Teddy melewati fase kehidupan yang cukup berat dengan masalah bertubi-tubi.

Langit Favoritku jadi lagu pembuka di Trilogi Semesta Cerita karya Teddy Adhitya

Track yang dirilis berikutnya ialah “Semestinya.”. Meskipun jadi single kedua, “Semestinya” adalah lagu pertama yang terlahir dalam rangkaian Trilogi ini.

“Semestinya.” adalah lagu tentang pencarian jati diri. Menurut Teddy, nostalgia yang terlalu larut bisa membuat kita lupa akan identitas jiwa dalam menjalani hidup yang terus berubah.

Melepas keterikatan terhadap kenangan dan masa lalu bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, pada akhirnya, kita akan dituntut untuk kembali ‘”Semestinya.”.

Semestinya adalah lagu kedua dalam seri "Trilogi Semesta Cerita" milik Teddy Adhitya

Terakhir, “Masa Depan” hadir sebagai rilisan penutup trilogi ini. Lagu ini punya pesan optimisme bahwa semua yang pernah terjadi adalah perbekalan untuk masa depan.

Dalam lagu yang juga diangkat berdasarkan pengalaman pribadinya itu, Teddy bercerita bahwa untuk memperbaiki keadaan, semua perubahan harus dimulai dari diri masing-masing.

“Kita terlalu sering berusaha menjinakkan ombak, padahal ombak tidak akan pernah bisa dijinakkan. Yang bisa diubah hanyalah mindset kita sendiri tentang bagaimana cara menghadapi ombak ganas, dan mengingat bahwa ombak ganas itu tidak akan menetap selamanya,” ujarnya.

Masa Depan ialah rilisan terakhir di karya Trilogi Teddy Adhitya yang dirilis 9 September 2021.

Teddy Adhitya sendiri adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser musik yang merintis karir bermusiknya sejak 2008.

Pada 2016, Teddy merilis single pertamanya sebagai solois berjudul “In Your Wonderland”. Semenjak itu, dirinya telah merilis dua buah album, yakni “Nothing is Real” (2017) dan “Question Mark” (2019).

Baca Juga: Josh Antonio Rilis Single Ketiga Berjudul “Sudah Saatnya”

“Langit Favoritku”

Lirik

Merayakan lagi
Rasa yang pernah kita bagi
Pilih baju yang terbaik
Mengantar matahari yang cantik
Bermimpi bersama
Di kota yang banyak tawarnya
Kita buat jadi penuh rasa
Cerita yang ‘kan kita jaga
Jika tak bersamaku lagi
Ingat warna langit favoritku
Jika memang sudah tak berjalan seiring
Jaga diri masing masing
Sampai bertemu di lain bumi
Sampai bertemu di lain hari
Yang menjadi sedih
Biarkan bersedih
Yang ‘kan datang nanti
Biar harap yang membawa pesan
Agar lebih berkesan
Jika tak bersamaku lagi
Ingat warna langit favoritku
Jika memang sudah tak berjalan seiring
Jaga diri masing masing
Jika tiba waktunya nanti
Yang tak dipaksa yang kan terjadi
Walau memang sudah tak berjalan seiring
Jaga diri masing masing
Sampai bertemu di lain bumi
Sampai bertemu di lain hari
Temukan jalan yang terbaik
Relakan, lepaskan

Credits

Performed by Teddy Adhitya
Written and Composed by Teddy Adhitya
Produced by Teddy Adhitya
Programmed by Teddy Adhitya
Acoustic Guitar by Gerald Situmorang
Strings by Kenny Gabriel
Mixed by Stevano at Sembunyi Studio
Mastered at Stardelta Mastering
Label: TED Records

“Semestinya.”

Lirik

Salah berkali-kali
Gila mengejar mimpi
Tak ada pintu yang terbuka
Semua usaha kini
Sekarang atau mati
Taruh semua diatas meja
Harus dijalani
Yang mungkin, yang bisa menjadi pasti
Ambil alih kendali diri
Kembali semestinya
Ambil alih kendali diri
Seperti semestinya
Situasi—asati sendiri
‘tuk bergerak atau mati
Jangan ingat lagi
Yang mungkin, memberi alasan berhenti
Sekarang waktunya
Ambil alih kendali diri
Kembali semestinya
Ambil alih kendali diri
Seperti semestinya
Ambil alih kendali diri
Kembali semestinya
Ambil alih kendali diri
Seperti semestinya.

Credits

Performed by Teddy Adhitya
Written by Teddy Adhitya and Petra Sihombing
Produced by Teddy Adhitya
Programmed by Teddy Adhitya
Drums by Enrico Octaviano
Mixed by Stevano at Sembunyi Studio
Mastered at Stardelta Mastering

“Masa Depan”

Lirik

Minggu pagi
Begini lagi
Hidup tanpa rencana
Hari ini
Ku berjanji
Ingat mimpi bersama
Setengah mati jinakkan ombak
Setengah hati hidup ku rombak
Yang tak pernah terganti
Yang melekat di hati
Semua yang pernah terjadi
Untuk masa depan
Maju selangkah lagi
Harapan ada pasti
Semua yang akan terjadi
Untuk masa depan
Yang kemarin
Sudah berlalu
Biar jadi pelajaran
Yang ku tahu
Malam ini
Hanya rindu tawamu
Setengah hati jinakkan ombak
Setengah mati hidup ku rombak
Yang tak pernah terganti
Yang melekat di hati
Semua yang pernah terjadi
Untuk masa depan
Maju selangkah lagi
Harapan ada pasti
Semua yang akan terjadi
Untuk masa depan
Dan selamanya

Credits

Performed by Teddy Adhitya
Written by Teddy Adhitya
Produced by Teddy Adhitya
Vocals by Teddy Adhitya
Electric Bass by Taufan Wirzon
Background Vocals by Bismo Aryo
Programmed by Teddy Adhitya
Mixed by Stevano at Sembunyi Studio
Mastered at Stardelta Mastering

No more articles