A password will be e-mailed to you.

Tempo adalah bagian penting yang bisa menentukan enak tidaknya sebuah lagu.

Entah kamu penulis lagu atau pemain band, memahami tempo sangatlah penting. Sebelum menulis lagu, pastikan bahwa tempo lagunya inline dengan suasana yang diangkat.

Lagu yang bernuansa ballad pasti akan terasa aneh jika dimainkan dengan tempo terlalu cepat. Begitu pula dengan komposisi musik dengan tema bersemangat, yang mana perlu diikuti upbeat tempo cepat.

Dikutip dari Masterclass, komponis musik film kelas dunia sekaliber Hans Zimmer bahkan menggunakan tempo saat sedang menulis komposisinya.

Dari scene yang dilihatnya, Zimmer biasa menyetel 80 BPM sebagai starting point. Jika ternyata scene-nya lebih intens, ia akan menaikkannya. Sebaliknya, ketika adegannya lebih dramatis, ia bakal menurunkannya, seringkali ke bawah 60 BPM.

Hal yang sama juga bisa dilakukan oleh kamu yang suka cover lagu atau bermain sebagai session player.

Sebelum ngulik lagu, pastikan dulu kamu mengetahui tempo lagu aslinya secara akurat biar lebih mirip dan feel-nya dapet. Jika nanti terdapat perubahan tempo, ancer-ancernya akan jauh lebih jelas.

Berangkat dari itu semua, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mengenali jenis-jenis tempo dan cara mendeteksinya secara akurat.

Berikut ini, HOOKSpace bakal membahas ringkas mengenai pengertian, jenis, dan cara mendeteksi tempo lagu. Cekidot gan.

Pengertian Tempo Lagu

Asal-usul Penggunaan Tempo dalam Lagu

Sebelum kita membahas spesifik mengenai definisi tempo, bolehlah kita mengambil waktu sejenak untuk mengetahui sejarah penggunaan tempo dalam musik.

Penggunaan tempo dalam lagu mulai populer pada abad ke-19 (era 1800-an), tepatnya setelah inventor asal Jerman, Johann Nepomuk Maelzel, menemukan metronom.

Johann Nepomuk Malezel, inventor asal Jerman yang menemukan metronom.
Source: Wikipedia

Sekitar tahun 1810, Ludwig van Beethoven kemudian menjadi salah satu komponis awal yang menggunakan metronom dalam aktivitas bermusiknya.

Hanya saja, metronom yang ada kala itu belum sepenuhnya sempurna.

Alat ukur tempo lagu baru semakin akurat ketika alat elektronik dan parameter BPM (Beats per Minute) mulai dipergunakan, bertahun-tahun berikutnya.

Contoh tempo app web berbasis digital
Tempo Advance. Source: Codamusictech.com

Definisi Tempo Lagu

Secara definisi, tempo lagu adalah kecepatan dalam sebuah lagu.

Ada beberapa cara yang jamak digunakan untuk merepresentasikan tempo. Dua di antaranya ialah ‘Terminologi Italia’ dan BPM.

Terminologi Italia banyak digunakan dalam komposisi orkestra klasik. Ini digambarkan dengan istilah; seperti Largo, Adagio, Andante, Allegro, dan lain sebagainya. Jenis-jenis lengkapnya bakal dibahas secara khusus di bawah.

Sebenarnya masih ada terminologi tempo dari negara lain, khususnya Jerman dan Inggris. Namun, semuanya juga masih berupa istilah dengan range BPM tertentu.

Jenis tempo lagu berdasarkan terminologi Italia

Berikutnya, BPM adalah singkatan dari Beats per Minute.

BPM merupakan jumlah beat yang ada dalam satu menit (60 detik).

Secara instan, kamu bisa memainkan atau mengidentifikasi tempo 60 BPM dengan hanya mengikuti jarum detik jam bergerak. Secara otomatis, tempo 120 BPM ialah dua kali lipat lebih cepatnya.

Namun, tidak semua tempo bisa dihitung menggunakan detik. Sulit memainkan tempo, misalnya, 107 BPM, dengan hanya melihat jam. Pecahannya tidak bulat dan malah bisa bikin berantakan mainnya.

Untuk itu, kita akan membahas dulu bagaimana cara mengetahui tempo dalam lagu di bagian berikutnya.

Cara Mendeteksi Tempo Lagu dan Alatnya

Cara mendeteksi tempo lagu yang akan dibahas di sini ada tiga. Dua cara pertama tergolong sangat akurat, sedangkan satu lagi membutuhkan intuisi.

Digital Audio Workstation (DAW)

Cara pertama untuk mengidentifikasi tempo lagu adalah menggunakan Digital Audio Workstation (DAW).

Buat yang sudah biasa memproduksi musik, kalian pasti tahu betul apa itu DAW. Intinya, DAW ini adalah software/aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menulis aransemen, recording, dan editing. 

Beberapa DAW yang jamak dipakai ialah Ableton, Pro Tools, Cubase, dan Logic Pro. Di sini, HOOKSpace bakal menggunakan contoh Logic Pro untuk tutorial identifikasinya.

Pertama, kamu tinggal membuka data audio lagu yang ingin kamu gunakan di Logic Pro, dengan cara drag ke workstation-nya. Contoh di bawah ini, kita menggunakan lagu ‘Dynamite’ dari BTS.

DAW di Logic Pro

Langkah berikutnya adalah meng-klik kotak kecil ‘Audio FX’ yang ada di sebelah kiri. Kamu tinggal pilih ‘Metering’, lalu ‘BPM Counter’, dan pilih ‘Stereo’.

Cara mendeteksi tempo lagu menggunakan DAW Logic Pro

Setelahnya, kamu bisa melihat secara tepat berapa BPM-nya. 

Indikator tempo lagu (BPM) di Logic Pro

Situs Third-Party Spotify

Metode kedua ini sangat menarik untuk mengidentifikasi tempo lagu, terutama jika sudah punya akun Spotify.

Sort Your Music, situs database tempo lagu yang menggunakan API Spotify

Situs third-party yang dimaksud di sini adalah Sort Your Music/Playlist Machinery (klik link ini). Situs tersebut menyimpan semua meta-data lagu yang terdaftar di Spotify (API), mulai dari tempo sampai parameter lain.

Langkah pertama yang dimulai di sana ialah login dengan akun Spotify. Setelahnya, kamu bakal melihat playlist apa saja yang kamu punya.

Perlu dicatat bahwa Sort Your Music bekerja dengan sistem playlist.

Artinya, kamu tidak bisa mendeteksi tempo lagu yang diinginkan secara random. Kamu perlu memasukkan dahulu lagu yang diinginkan ke dalam salah satu playlist-mu, baru nantinya akan terlihat.

Daftar contoh playlist di Sort Your Music

Contoh, dari screen daftar playlist di atas, misal kita mau pilih playlist ‘PROGRESS//’ milik Marco Steffiano, personil Barasuara, session drummer, sekaligus produser pemenang AMI Awards.

Di bawah ini adalah playlist pribadinya yang berisi portofolio hasil produksi.

Contoh playlist di Sort Your Music

Kalau ada tempo lagu yang sedang dicari, kamu akan langsung dapat jawabannya.

Di sana, kita bisa menemukan bahwa album Raisa yang bertajuk ‘Handmade’ punya tempo lagu berkisar 79-138 BPM.

Kita pun dapat melakukan sortir untuk mengurutkan BPM tercepat dan terlambat. Setelah klik BPM, lagu ‘Anganku Anganmu’ milik Raisa dan Isyana Sarasvati adalah yang paling cepat di playlist tersebut, yakni bertempo 156 BPM.

Sorting BPM tempo lagu di Sort Your Music

Kalau lagu yang kamu cari nggak ada di sana, kamu buka Spotify dulu. Bikin satu playlist khusus atau masukin lagunya ke playlistmu yang udah ada. Habis itu, balik lagi ke Sort Your Music dan semua BPM tempo akan terpampang nyata.

Mimin HOOKSpace ceritanya kepo sama tempo dalam lagu-lagu Dua Lipa. Bikin deh tuh, isinya playlist khusus satu album Future Nostalgia.

Contoh membuat playlist di Spotify

Playlist yang baru dibikin nanti bakal langsung muncul di list paling atas Sort Your Music. Mau langsung cek tempo lagunya? Klik aja langsung.

Penambahan playlist di Sort Your Music

Oh, ternyata dia banyak pakai BPM segitu buat albumnya.

Sorting tempo lagu Dua Lipa di Sort Your Music

Selain melacak tempo lagu, Sort Your Music mengidentifikasi delapan parameter lain, yakni Energy, Danceability, Loudness, Valence, Acoustic, Popularity, RND, dan Length (durasi lagu).

Kalau mau ngulik apa itu kedelapannya, kamu tinggal melihat definisinya di situs tersebut.

Baca Juga: Cara Upload Lagu ke Spotify

Aplikasi Metronom

Cara yang satu ini mungkin bisa digunakan kalau sedang kepepet.

Pastikan dulu kamu punya aplikasi metronom di smartphone; entah itu Soundbrenner, Pro Metronome, atau apa pun yang menurutmu punya interface dan fitur paling menarik.

Kalau mimin HOOKSpace sih sering pakai Soundbrenner. Aplikasi Soundbrenner di smartphone punya fitur menarik, salah satunya bisa nge-save preset tempo lagu yang bakal kita bawain.

soundbrenner bisa jadi alat ukur tempo lagu yang menarik di smartphone
Source: Soundbrenner.com

Gampang aja, dengerin lagu yang kamu mau identifikasi temponya. Terus tinggal play metronom dan pas-pasin sama lagunya. Adjust naik-turun sesuai lagunya, temuin sampe click-nya lumayan pas.

Rawan meleset dan nggak akurat? Iya, jelas. Balik lagi ke rule of thumb di atas: kalau lagi kepepet saja.

Meskipun nggak akurat, itung-itung cara ini bisa ngelatih insting sekaligus kepekaan terhadap ‘time’.

Baca Juga: 20+ Aplikasi Streaming Musik Terbaik dan Terpopuler di Dunia

Jenis Tempo dan Contoh Lagunya

Berikut ini, HOOKSpace akan secara spesifik membahas range dan jenis tempo sesuai dengan ‘terminologi Italia’ yang sudah sedikit dibahas di atas.

Jika diterjemahkan ke BPM, jenis-jenis tempo di bawah ini mungkin akan sedikit berbeda dengan di sumber lain. Pasalnya, sifatnya pun relatif, tergantung interpretasi masing-masing.

Tempo Lambat

Larghissimo (<20 BPM)

Tempo Larghissimo

Larghissimo adalah tempo paling lambat. Ada sumber yang menyebutkan di bawah 20 BPM, namun ada juga yang menyatakan angka maksimum BPM-nya 24.

Sulit untuk memberikan contoh musik yang sesuai dengan tempo ini.

Namun, jika ingin tahu gambaran visualnya, kita bisa membayangkan mencairnya glasier di kutub; dimana hal tersebut berjalan dengan tempo yang sangat lamban dan ‘menjemukan’.

Grave (20-40 BPM)

Grave merupakan perwujudan tempo yang sangat lamban. Jika diterjemahkan ke BPM, Grave masih berada di atas Larghissimo, namun tidak sampai 40 BPM.

Contoh komposisi yang menunjukkan tempo Grave adalah Beethoven: Sonata “Pathetique” Op.13. Musik ini bisa kamu dengarkan di bawah ini.

Largo (40-54 BPM)

Largo adalah tempo lagu yang ‘slow’ juga. Ini nyaris serupa seperti lento (44-48 BPM), bahkan banyak yang menginterpretasikan bahwa keduanya berada dalam range BPM yang sama.

Hanya saja, tempo largo punya perbedaan dalam ‘broadness’. Komposisi musik tempo largo biasanya lebih menunjukkan kerapatan. Kamu bisa lihat contohnya seperti “Chopin – Prelude No. 4 in E Minor, Op 28” di bawah ini.

Kalau belum biasa memainkan lagu tempo seperti ini, orang pasti bisa sambil ngeden-ngeden nahan feeling-nya. Ha ha ha.

Adagio (54-59 BPM)

Adagio adalah tempo lagu yang memasuki normal (relatif mendekati 1 beat per menit). Kalau merujuk kepada Bahasa Inggris, adagio bermakna ‘at ease, easy, and not too slow’.

Kalau dilacak lewat situs Sort Your Music, tempo adagio dapat ditemukan di komposisi Johann Sebastian Bach berjudul Keyboard Concerto No. 5 in F Minor yang dimainkan Simone Dinnerstein di bawah ini. Komposisi tersebut dimainkan di 59 BPM.

Larghetto (59-63 BPM)

Tempo larghetto ini secara BPM sangat dekat dengan adagio, namun punya unsur ‘broad’ yang serupa dengan largo.

Jika melihat lagu-lagu pop modern, larghetto sering digunakan untuk lagu ballad ataupun yang komposisi vokalnya sangat rapat. Contohnya, kamu bisa mendengarkan “We Won’t” dari Jaymes Young dan Phoebe Ryan di bawah ini; yang dimainkan di 61 BPM.

Adagietto (63-69 BPM)

Adagietto ialah tempo yang sedikit lebih cepat dari larghetto, namun tidak ada ciri spesifik seperti harus ‘broad’ dan lain-lain.

Mau tau contoh lagunya? Kamu coba dengerin hitnya Boz Scaggs, Look What You’ve Done to Me, yang ditulis bareng David Foster.

Tempo Sedang/Tempo Moderat

Andante (69-76 BPM)

Tempo andante artinya ‘berjalan’, atau sering disebut sebagai tempo kecepatan jalan kaki manusia pada umumnya.

Ada sumber yang menyebut bahwa tempo andante berada di kisaran 69-76 BPM. Namun, banyak juga yang memainkan andante di 76-108 BPM. Lagi-lagi, karena standar kecepatan berjalan manusia berbeda-beda, ukuran pasti tempo ini juga tidak persis sama.

Adapun salah satu contoh lagu pop yang berada di kisaran 69-76 BPM adalah Honne “Crying Over You” (76 BPM).

Andantino (76-84 BPM)

Andantino secara istilah berarti ‘sedikit lebih cepat dari andante’.

Tempo ini sangat jamak untuk dipakai lagu-lagu pop. Dikutip dari Rolling Stones, massive hit dari era 1980-an sampai saat ini umumnya bertempo 78-80.

Kita coba bedah saja contohnya. Pada era 80-an dan 90-an, lagu hits yang dimainkan dengan andantino adalah “Rosanna (TOTO)” dan “Heal The World (Michael Jackson)”. Dikutip dari Sort Your Music, keduanya dimainkan dengan tempo 81 BPM.

Sementara itu, jika boleh mengambil contoh lima tahun terakhir, mungkin jawabannya adalah “Warm On The Cold Night”-nya Honne (83 BPM).

Maestoso (84-92 BPM)

Kecepatan maestoso bisa dikatakan tidak jauh beda dengan andante dan andantino. Namun, tempo yang satu ini sering dikaitkan dengan suasana ‘majestic’ dan punya ‘grande manner’. Ini sepertinya juga sangat lekat dengan aransemen komposisi orkestra klasik.

Salah satu contoh komposisi yang digubah dengan tempo maestoso adalah lagu kebangsaan kita semua, Indonesia Raya.

Arranger saat itu (1951), Jos Cleber, mengaransemen Indonesia Raya dengan maestoso con bravura (semangat bergelora) usai menerima kritik dari Bung Karno karena hawa yang masih kurang magis.

Jos Cleber, komponis asal Belanda yang mengaransemen lagu Indonesia Raya. Sumber foto: discogs.

Penasaran kisah lengkap dan sejarah lagu Indonesia Raya pada masa itu? Kamu bisa klik link di bawah ini buat baca selengkapnya.

Baca Juga: Sejarah Lengkap Penciptaan Lagu Indonesia Raya

Moderato (92-104 BPM)

Secara harfiah, moderato artinya ‘tengah-tengah’. Tempo moderato artinya tidak terlalu lambat dan cepat, secara relatif masih bisa diikuti oleh semua orang.

Lagi-lagi, banyak perbedaan pendapat mengenai moderato. Di samping 92-104 BPM, ada pula yang memainkannya pada tempo 104-120 BPM (maksimal hingga 2 beats per detik).

Lagu tempo sedang seperti ini sangat berjubel banyaknya. Kalo boleh kasih contoh, mimin HOOKSpace bakal pilih TOTO “Africa” (93 BPM) atau “Clarity”-nya John Mayer (95 BPM).

Allegretto (104-116 BPM)

Sejak pertengahan abad ke-19, Allegretto diartikan sebagai ‘moderately fast’.

Para komponis klasik zaman dulu menempatkan allegretto di atas andante dan sedikit di bawah allegro (cepat).

Tempo yang satu ini cukup fleksibel karena cocok untuk upbeat serta akustik. Kita bisa banyak menemukan menemukan tempo ini, entah dari lagu luar atau dalam negeri.

Lagu Hindia yang berjudul “Dehidrasi” bisa masuk dalam kategori ini (110 BPM).

Animato (116-126 BPM)

Jarang ada yang menyebut animato dalam pembagian kategori tempo. Namun, dikutip dari Musicca, dengan definisinya yang ‘lively’ serta ‘animated moods’, kisaran tempo 116-126 BPM cukup pas untuk mengisinya.

Mega-hits Dua Lipa berjudul “Hallucinate” dan “Don’t Start Now” bisa masuk dalam kategori ini, karena dimainkan dalam tempo 122-124 BPM.

Tempo Cepat

Allegro (126-138 BPM)

Secara definitif, tempo allegro artinya cepat. Meminjam padanan Bahasa Inggris, allegro sering dideskripsikan sebagai ‘fast, quick, and bright’.

Bright bukan berarti lagunya harus selalu ceria. Banyak juga komposisi instrumen dan vokal ballad yang mengambil tempo kisaran ini.

Contoh repertoar pop dan semi-ballad dengan tempo allegro adalah “I Won’t Give Up”-nya Jason Mraz (137 BPM) serta mega-hits Raisa “Kali Kedua” (138 BPM).

Adapun contoh lagu yang bernuansa lebih upbeat di kisaran tempo allegro ialah Ed Sheeran – “Castle on The Hill” (135 BPM).

Ada sumber yang membagi allegro dalam dua kategori: allegro biasa dan allegro moderato. Allegro moderato dimainkan agak lebih lambat dari allegro biasa, namun penggunaannya kembali kepada interpretasi masing-masing.

Dengan adanya dua kategori tersebut, kisaran kecepatan tempo allegro juga bisa tak terbatas pada 126-138 BPM, tetapi juga melebar hingga 156 BPM (hampir 3 beats per detik).

Assai (138-152 BPM)

Secara definisi, assai berarti ‘very much’. Sebenarnya tidak terlalu banyak yang memasukkan assai dalam pembagian tempo. Namun, di sini, kita bisa menggolongkannya sedikit lebih cepat dari allegro.

Contoh lagu pop yang ada pada kisaran tempo ini adalah Saddest Vanilla (Jess Glynne) atau Alla Luce del Sole (Josh Groban) dengan 148 BPM.

Vivace (152-168 BPM)

Tempo vivace artinya ‘lively and fast’. Secara mood, vivace tergolong lebih energetik dan menyala ketimbang allegro; yang masih banyak dimainkan dalam komposisi ballad.

Kita bisa menemukan vivace di banyak lagu hits. HOOKSpace di sini mau mengambil “Girlfriend” dari Avril Lavigne (164 BPM) atau dari Sigrid berjudul “Sucker Punch” (166 BPM) sebagai contohnya.

Bisa didengarkan di kedua lagu tersebut bahwa tempo cepatnya diiringi energy, loudness, serta danceability yang cukup tinggi.

Kecepatan tempo vivace adalah 152-168 BPM. Namun, ada juga sumber yang menyebut vivace punya range hingga 176 BPM, seperti vivace quasi presto yang akan dijelaskan selanjutnya.

Vivace Quasi Presto (168-176 BPM)

Vivace quasi presto, atau yang sering dikatakan sebagai vivacissimo, adalah versi vivace yang sedikit lebih cepat. Tempo ini sudah termasuk ‘very fast’ jika dilihat secara keseluruhan.

“Melompat Lebih Tinggi” karya Sheila on 7 (172 BPM) dan “Ignorance”-nya Paramore (171 BPM) kurang lebih bisa menjadi contoh lagu dalam dan luar negeri yang masuk dalam kategori tempo satu ini.

Presto (176-192 BPM)

Tempo presto artinya sangat cepat. Ada yang berpendapat bahwa di atas 170 BPM sudah termasuk presto. Tetapi, di sini, kita golongkan saja di kisaran 176-192 BPM.

Jika diistilahkan, tempo presto adalah ‘extremely fast and light’. Lagu yang menggunakan tempo ini umumnya cukup sulit untuk dimainkan karena kecepatannya yang sangat tinggi.

Musik speed metal dan death metal yang dipenuhi blast beat rata-rata masuk dalam kategori ini.

Tempo presto pun tidak hanya ada di karya musik modern. “The Flight of Bumblebee” karya Nikolai Rimsky-Korsakov (1899-1900) adalah bukti nyata bahwa komposisi zaman dulu sudah ada yang ‘ngebut’. Lagu ini jamaknya dipraktekkan di tempat studi piano untuk level mahir.

Prestissimo (192-208 BPM)

Sebagai penutup, prestissimo adalah tempo yang lebih cepat daripada presto, umumnya 192-208 BPM, atau 200 BPM ke atas.

Penasaran lagu tempo cepat yang masuk kategori ini? Kamu bisa dengarkan lagu legendaris Dragonforce, “Through the Fire and Flames”, yang bertempo 200 BPM. Kamu yang pernah main Guitar Hero 3 pasti tau gimana sulitnya ngikutin kecepatan lagu ini.

Baca Juga: Skena Musik Metal di Jogja Masih Ada

Itulah tadi bahasan ringkas mulai dari sejarah ditemukannya metronom, pengertian tempo lagu, macam-macam tempo lagu, cara mengetahui BPM lagu, sampai contoh lagu tempo lambat, sedang, dan cepat.

Manakah lagu bertempo cepat yang menarik perhatianmu? Apa jangan-jangan kamu malah lebih suka yang lambat? Atau mungkin, kamu punya pandangan tersendiri mengenai ini? Ayo bagikan di kolom komentar.

No more articles