A password will be e-mailed to you.

pada Sabtu, 25 November 2017. Acara yang dihelat sejak pukul 15.00 – 18.30 WIB di Kedai Kebun Forum (KKF) lalu merupakan inisiasi spontan yang merupakan seremonial untuk merayakan satu tahun dirilisnya album Raja Kelana.

Intimate Showcase ini merupakan kolaborasi dadakan antara Ivy League Music— label yang menaungi album pertama Mondo Gascaro dengan HOOKSpace, sebuah media musik kesayangan kalian ini.

Karena beberapa hal teknis yang membutuhkan persiapan lebih panjang, acara yang seharusnya dimulai pukul 15.00 WIB ternyata harus mundur satu setengah jam dari jadwal yang telah ditentukan. Namun, hal itu tidak mengurangi antusiasme penonton yang hadir untuk menikmati intimate showcase yang digelar selama dua jam penuh sore itu.

Dekorasi venue a la senja di tepi pantai menyambut penonton dan kisanak yang hadir. Ditambah dengan semburat jingga senja menyelinap dari jendela dan pintu aula KKF yang dibiarkan terbuka, menambah suasana semilir nan syahdu . Apalagi Yogyakarta sedang tidak hujan kala itu. Semburat sinar matahari, sepoi angin, dan dekorasi bernuansa biru-oranye menambah kesan hangat dan romantis. Acara dibuka dengan penampilan Kaveh Kanes, band besutan kolibri rekord asal Yogyakarta. Membawakan lagu-lagu dari album pertama mereka, Capital, Kaveh Kanes berhasil menyajikan penampilan ciamik nan energik yang akhirnya mengembalikan semangat para penonton yang sejak tadi sudah menunggu.

Setelah itu, acara langsung dilanjutkan dengan sesi bincang hangat bersama Mondo Gascaro dan Ivy League Music. Dipandu oleh Galih Kabra, seorang penggiat musik kawakan asal Yogyakarta, Mondo banyak bercerita tentang proses kreatif di balik album, sumber inspirasinya, bahkan hal-hal personal tentang kepribadiannya yang katanya pemalu saat berhadapan dengan publik.

Banyak sisi lain Mondo yang jarang dikulik, diungkapkan sore itu. Bagaimana awal karir Mondo sebagai soloist setelah purna dari band SORE, kemudian juga tentang keterlibatan total seorang Mondo Gascaro di balik kesuksesan album para musisi Indonesia, sebut saja SORE dan Payung Teduh. Lewat tangan dinginnya, lahir banyak karya luar biasa. Tak heran, album perdananya sebagai seorang soloist berhasil menoreh berbagai prestasi diantaranya menjadi Best Album tempo 2016, peringkat 2 best album Rolling Stone 2016, Best album metrotvnews.com, nominasi best male singer NET, dan best single alternative lagu A Deacon’s Summer di AMI.

Sarah Glandosch, manajer sekaligus istri Mondo Gascaro, membenarkan bahwa selama ini orang-orang lebih mengenal karya-karya yang telah dihasilkan Mondo, dibandingkan dengan mengenal beliau secara personal. Selain itu, Mondo juga menceritakan inspirasi musikalitasnya yang banyak mengambil inspirasi dari spirit Jepang. “mengapa Jepang?” Seorang penonton yang duduk di barisan paling secara spontan mengutarakan rasa penasarannya. Sembari tersenyum, Mondo menjawab“Negara tersebut sangat dekat bagi saya secara personal karena ibu berasal dari Jepang”, tegasnya.

Gelaran Intimate Showcase ditutup dengan epik oleh penampilan Mondo yang bermain dengan formasi band lengkap. Senja perlahan-lahan turun, menyisakan semburat jingga keunguan ketika Mondo Gascaro mulai membawakan lagu pertama, Sturm und Drang-Fur ludwig van sebagai pembuka nan manis. Permainan musiknya mulai membius para penonton dengan alunan lagu-lagu yang membawakan suasana hangat, dekat, dan santai a la liburan. Selain lagu-lagu dari album Raja Kelana, Mondo juga membawakan single yang pernah dirilisnya sebelum meluncurkan album pertamanya, Saturday Light dan Komorebi.

Akhirnya, tidak terasa satu jam telah berlalu, senja sudah turun sepenuhnya, digantikan gelaran selimut malam dan remang lampu kuning yang seolah turut menyambut lagu penutup, A Deacon’s Summer yang menyudahi liburan dadakan bersama Mondo Gascaro sore hari itu

I’ll be drinking my wine, Yes i’m having my time-out
I’m taking my trip to where the sun comes rising
It’s never too late, Now it’s a deacon’s holiday…

No more articles