Tidak Ada Cinta Hari Ini (Duaributujuhbelas) | Live on Set

MOCTAR: KATA-KATA, NADA-NADA Menulis ini semua, saya harus mendengarkan seisi diskografi MOCTAR. Saat mengetahui ada lagu berjudul “Sebuah Radio Kumatikan”, ada sebuah momen diam. “Ini pasti wong-wong sastra.” ‘Sebuah Radio, Kumatikan’ adalah judul buku Dorothea Rosa Herliany, top 5 buku puisi favorit saya; bersanding mesra dengan ‘Melodia’ (Umbu Landu Paranggi), ‘Perahu Mabuk’ (Saut Situmorang), ‘Rumah di Hari Sabtu’ (R. Adi Wijaya), ‘Arsitektur Hujan’ (Afrizal Malna). Jadi saya takkan membahas piranti literer mereka. Bakal terlalu panjang dan berisiko jadi sebuah kritik sastra—sesuatu yang sudah saya tinggalkan sejak 9 tahun lalu. Jadi, mari membahas musiknya. Saya selalu menyebut reragam musik MOCTAR sebagai “musik teater”. Ini jelas bukan peyorasi. Begini, unit-unit teater—terutama yang berasal dari kampus—hampir selalu punya kelindan terhadap musik-musik puitis berbasis akustik. Payung Teduh dan Silampukau adalah contoh sahihnya. Soal ini, saya punya hipotesis sendiri. Kepolosan “musik-musik teater” ini berasal dari minimnya budget pementasan. Duit dari kampus hampir selalu terbatas, sedang pentas teater di dalamnya tak cukup seksi mengundang kapital gedhi. Limitasi tadi lebih baik dialokasikan ke sektor lain seperti properti & konsumsi. Menyewa seperangkat alat berat untuk menyajikan tata sonika jelas bukan opsi bijak secara dana. Satu-dua kugiran yang “lolos” dari jebakan itu hampir pasti punya modal ekonomi yang kuat dan/atau “sedikit lebih serius” bermusik. Kantata Takwa punya Setiawan Djody sebagai penyokongnya. Melbi memainkan serbaneka alt-rock karena Teater Garasi bertransformasi dari teater kampus ke unit nirlaba (dan sekarang performance institute). Hal serupa mungkin terjadi pada Eko Partitur (alm.) yang bermusik dengan Teater Koma serta memainkan biola atonal-eksperimental di grup DISCUS. Bahkan Silampukau & (utamanya) Payung Teduh pun demikian. Silampukau meski tidak banyak berubah, melakukan ekspansi format menjadi “Orkes”; sebuah pilihan artistik yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Perkara Payung Teduh, kita bisa melihatnya pada album ‘Ruang Tunggu’. Is dkk. melakukan elaborasi lanjut atas musik akustik mereka, memasukkan reragam bunyi Moog & Mellotron yang tentu terlalu mahal dihadirkan dalam helatan naskah ‘Kapai-Kapai’ atau ‘Mega-Mega’ kampus sebelah. Syahdan, saya curiga: MOCTAR juga berasal, atau setidaknya, pernah terlibat dalam pementasan serupa. Melansir ruang.id serta Q&A bersama Musik Jogja, MOCTAR adalah unit post-poem pop. Mungkin ini adalah klaim (sengaja atau tidak) untuk “melampaui” purwarupa yang saya tempelkan ke mereka tadi. Saya menganggapnya sebagai ego musisi untuk tidak terjebak “ke-gitu-gituan saja”. Jika negosiasi macam itu yang dimaksud mereka, saya lebih setuju jika MOCTAR adalah unit yang “melampaui” (post) segala keterbatasan tadi. Gambaran bagaimana jika anak-anak UKM sastra & teater bisa mendapatkan 1 set sound system proper—alih-alih sepasang ampli busuk yang teronggok di pojok ruang pentas. Satu yang jelas: MOCTAR adalah eksponen terbaru yang melanjutkan matrimoni sastra dan musik. Gerombolan yang percaya bahwa perkawinan kata dan nada punya potensi dobrak berlipat ganda. Dan untuk mereka, “ruang tunggu” saya terlalu terbuka, seluas-luasnya. -KMPL- (@randy_kempel) Moctar Live On Set Presented by @tunecore Set List: 1. Syahdan (Duaribusebelas) https://youtu.be/ms8LsfEcJZo 2. Tidak Ada Cinta Hari Ini (Duaributujuhbelas) https://youtu.be/F7n86Jkzjag 3. Samini (Duaribudelapanbelas) https://youtu.be/ms8LsfEcJZo 4. Margin (Duaribuduapuluh) https://youtu.be/j9PPRMiDCto 5. Yang Terampas (Duaribuduapuluhtiga) https://youtu.be/vICw2bkzxFY Tentang Live On Set: Live On Set adalah upaya kami menghadirkan musisi-musisi yoi untuk tampil secara live dalam format yang masuk akal. Ikuti Live On Set di: • Instagram: https://www.instagram.com/lossession/ Credit Live On Set: • Producer: Lentra Setia Dinilart • Set Design: Rastria Hanoum • Production Manager: M Rifa M • Audio Operator & Recording: Alvinsa Dwinta Ibratama • Audio Ass: M Rifa M • Audio Mixing Mastering: Elmo Ramadhan • Lighting Set: Fathur Niko • Camera: Galih Zar Al Gefari, Fathur Niko, Hisyam Muhammad, Zulky Panca • Video Director: Ramanda Byan Sasongko • Video Editor: Fathur Niko Kerja Sama & Sponsorship: • Website: https://www.hookspace.id/ • WhatsApp: https://wa.me/6281239921795 (Amin) Temui HOOKSpace di: • Website: https://www.hookspace.id/ • Instagram: https://www.instagram.com/hookspace • X / Twitter: https://twitter.com/hookspaceid • Facebook: https://www.facebook.com/hookspaceid • TikTok: https://www.tiktok.com/@hookspace © 2026 HOOKSpace. All Rights Reserved. #HOOKSpace #LiveOnSet #Domapine