Saya kesal sekali sama Mas Awan.
Pasalnya, secara kecelakaan dia melemparkan tugasnya kepada saya di Hari H untuk menjadi wartawan dadakan. Gara-gara Mas Awan (ngakunya) jatuh sakit, dia main lempar tanggung jawabnya ke saya untuk menjadi interviewer Nadin Amizah pada kesempatan kerjasama HOOKSpace dengan Land of Leisures 2018 bulan lalu. Yasudah lah, cuman satu interview ini. Walau pun sambil bertanya kepada Tuhan apakah Nadin memang jodoh saya, wawancara lancar saya lakukan dengan grogi-grogi gelisah.
Lah, entah karena saya sering solat duha atau gimana, kok ya tiba-tiba panitia yang bertanggung jawab atas jadwal interview kami berinisiatif untuk “Ngapa gak sekalian wawancara Reality Club aja? Kan nginepnya di hotel yang sama.” Kemudian beliau segera mengatur jadwal langsung. Aduh, baik banget. Hampir kami persunting ni panitia.
Saya langsung dilema. Di satu sisi, HOOKSpace ketiban rejeki dengan tambahan konten bareng Reality Club! Astaga! Saya mendadak akan ketemu Mbak Cia. Jadi takut dia tiba-tiba suka sama saya padahal saya masih pengin fokus kerja.
Di satu sisi, bajigur aku nginterview meneh cuk. Asemik koe Mas Awan.
Tak lama kemudian, pesan singkat panitia untuk pengaturan jadwal interview dibalas dengan “mau nih” dari Reality Club. Mendengar hal itu, sontak tim HOOKSpace langsung lembur dengan melakukan set up ulang tempat kembali untuk wawancara.
Mendadak. Ngobrol. Bersama. Reality. Club. UWGH. Gitar dulu boleh lah tet tteteww tettteteteww (ini bunyi intro “Is It the Answer?” bagi yang gak paham).
Atas nama pemirsa HOOKSpace yang wadadaw, kami persembahkan Ruang Ngibul bersama Reality Club.
- Novega Ghufron